Monday, May 22, 2017

Life is easy

Selamat malam pemirsa,
sudah lama tidak posting karya atau apapun, kali ini saya mau menumpahkan pemikiran saya, semoga bermanfaat.

Sedari kecil saya orangnya suka kepo alias pengen tahu, eksperimental juga. Kebetulan bapak juga sering kasih saya buku bermateri prakarya, lupa nama bukunya apa, isinya tentang prakaya menggunakan bahan- bahan yang mudah kita dapat di sekitar kita seperti batu, kapas, daun atau kancing. Dari situ saya berpikir bahwa benda apapun disekitar kita bisa dibikin menjadi sesuatu yang indah dan bermanfaat, entah itu hanya sebuah batu atau daun.

Beberapa waktu berlalu hingga saya dewasa, banyak  masalah yang saya hadapi. Saya sering merasa putus asa alias hopeless, sedih dan tidak berharga #jaman #alay wkkwkw...
akibatnya saya jadi orang yang mudah mengeluh, membenci diri sendiri dan kurang bersyukur. Mindset saya pada waktu itu...

jika kita mau menjadi orang sukses, haruslah lahir dari keluarga kaya dulu
Jika kita ingin disukai orang lain, haruslah berparas cantik dan banyak uang biar bisa ke salon setiap hari, 
jika kita mau dihormati orang, haruslah lahir dari kalangan 'priyayi' dan berpendidikan tinggi
Jika mau pergi travelling keluar negeri, harus nabung dulu punya banyak uang baru bisa keliling dunia
Jika ingin kerja, harus lulus dulu, melamar di perusahaan dan kerja kantoran biar bisa cepat sukses

Saya dihantui oleh pikiran saya dan teori saya sendiri. Hingga, pada suatu saat saya sedang di puncak kesedihan *eaaakkkk..... >_<
Saya ada masalah besar pada waktu itu, mengenai keuangan dan masa depan saya.

Iseng- iseng baca-baca buku psikologi, motivasi, dan buku agama 'La Tahzan', ngobrol dengan teman-teman yang kebetulan memiliki keyakinan yang beragam. Saya menemukan titik pencerahan :) syukurlahh....

Garis besarnya adalah

Sesuatu yang positif dan pekerjaan yang dilakukan secara sungguh - sungguh dan yakin pasti akan ada hasilnya. Kebetulan saya beragama Islam, di Al Quran ada bahwa Ketika lahir manusia sudah ada catatan takdir dan rejeki masing masing. kuncinya adalah Tawaqal (berserah diri kepada Tuhan dan yakin) dan Ikhtiar ( Berusaha dan bersungguh- sungguh)


Pertengahan tahun 2016 saya keluar dari rumah secara baik- baik #tidak minggat loh yah....
pamit kepada bapak ibu dan keluarga dengan bekal keyakinan, saya yakin bahwa apa yang saya tekuni selama ini akan berhasil. Dalam posisi pada waktu itu belum lulus kuliah, masih kerja serabutan. Bekal uang Rp.500.000,00 saja, sudah habis sebagian besar untuk sewa kos sebulan.
Saya bisa pede sekali pada waktu itu, jujur saya sudah enak sekali tinggal di rumah nenek saya, ada wifi Indihome unlimited *bukan iklan -_-, ada pembantu, cuci tinggal ceburin di mesin cuci, makan gratis, dll. Tapi saya memilih keluar dari zona nyaman ini.

Saya berpikir keras, bagaimana saya bisa mendapatkan uang untuk biaya kuliah dan melanjutkan hidup saya kedepan. Saya optimalkan benda- benda yang bisa saya manfaatkan untuk mencari kerja seperti laptop dan alat lukis. Siang malam saya searching internet, kadang juga buka youtube dan nonton filem. Saya masuki website- website pencari kerja online seperti monsterjobs, indeed, guru, upwork, dll. Dengan bekal bahasa inggris pas- pasan dan grammar yang zonk saya kirim proposal ke perusahaan" gitu. Minggu pertama dari 20 proposal, ditolak 19 hiring manager dan dapat 1 ajakan wawancara. Baru 'say hi' langsung ditolak... TT

Tiba-tiba besoknya ada invitation kerja dari luar negeri, saya approve dan isi formulir, Saya ikuti tes nya, dan alhamdulillah lolos hingga sekarang saya mengembangkan pekerjaan ini bersama ke 7 karyawan saya. Tanpa ijazah, tanpa kantor, tanpa transportasi, tanpa tetek bengek perusahaan usaha saya bisa berjalan walau tidak selalu mulus,,, tapi, syukurlah bisa berkembang

Tidak hanya itu, saya masih takjub dan rasa ingin tahu saya semakin besar. Saya beriklan menggunakan banyak jejaring sosial, update dan upload karya terus menerus, tanpa peduli apakah karya saya ini bagus atau tidak bagi orang lain. Saya masuki lebih banyak lagi situs pencari pekerjaan, dan mengirim lebih banyak lagi proposal.

Alhasil, saya mendapatkan 10 lebih pesanan desain, 3 kontrak sampai kewalahan. Minggu selanjutnya saya mendapatkan 2 undangan kerja sebagai desainer dan ilustrator di perusahaan startup jakarta yang gajinya lumayan menurut saya, bahkan ada fasilitas gym dan playstation. Sayangnya saya belum lulus kuliah, sedang sibuk skripsi, hanya iseng saja, ingin tahu value saya itu berapa.

Dalam hati saya cuma bisa berkata, " Oh..walah, ini toh yang dimaksud rejeki? "
Saya tidak berniat sombong, saya cuma ingin membuktikan guide dari Al Quran itu memang mantap. Jika kita tawaqal dan ikhtiar pasti akan berhasil, jangan lupa ketika kamu berhasil tetap down to earth, berbuat baik kepada sesama adalah kunci kebahagiaan kita. Bersedekah agar menjaga harta dan kerja keras kita suci dan bermakna.

Setelah itu saya bercita-cita ingin travelling, dan stay di luar negeri. Rada iri, melihat teman yang tinggal di luar negeri bertahun- tahun. Sepertinya mengasikkan. Itu menjadi 'to do list' ku sebelum usia 30 tahun, yaitu tinggal diluar negeri. Tapi saya bingung, darimana saya dapat uang untuk keluar negeri, saya tidak ada kenalan ataupun referensi tempat tinggal. Punya passport tapi belum pernah keluar negeri.

Akhirnya teman menyarankan saya untuk join program Au Pair, semacam situs 'sama sama untung' bagi keluarga asing yang butuh part-time nanny dan bagi perseorangan yang ingin stay diluar negeri tapi dengan ongkos seadanya. Di kontraknya menyatakan bahwa au pair gratis tinggal di rumah sebuah keluarga, dapat fasilitas kamar dan wifi, gratis akomodasi dan dapat uang saku. Pekerjaan wajib Au pair untuk keluarga adalah menjaga anak mereka, antar jemput sekolah, merapikan anak mereka *Hanya untuk anak mereka, tidak untuk merapikan seluruh rumah/keluarga. Seperti KKN mungkin yah, tinggal sementara di suatu keluarga asing dan mempelajari budaya asing.

sumber: http://elite-aupair.com

Kebetulan saya terbiasa punya adik banyak, dan merawat kakek nenek. Jadi bukan suatu hal yang berat mengurus anak. Akhirnya saya masuk ke situs- situs resmi Au Pair. Lagi- lagi harus bikin proposal juga. Dalam sehari saya mengirim 60 proposal, menyebar umpan di lautan luaaaasssss....
dan ditolak terus menerus tiap hari TT..

Minggu pertama... Zonk....

Minggu kedua.... Zonk...

Minggu ketiga sudah dapet 1 host family, pas di wawancara via skype mereka mundur karena tidak sanggup membayar biaya perjalanan saya...


akhirnya saya nyerah, melanjutkan hidup saya sajalah.. begitu kan untung- untungan :)
Tapi pada suatu siang, saya ditelpon ayah dari keluarga china, anggap saja beliau bernama Mr. Liu
nadanya sangat ramah dan santai. Dia meminta data lengkap saya dan minta janjian wawancara via skype. Keluarga Liu lama tinggal di Jerman, mereka hidup bertiga. Istri dan anak perempuan satu usia 6 tahun. Mereka baru pindah kembali ke Shanghai China 3,5 tahun ini.
Mr. Liu kerja sebagai HR di perusahaan farmasi besar di Jerman, istrinya juga. Mereka sangat sibuk, mereka berpikir bahwa jika mereka punya Au pair, anak satu- satunya mereka akan memiliki 'big sister' sementara. Mr.Liu meyakinkan ke saya bahwa, mereka butuh saya tinggal bersama untuk menemani anaknya as her 'big sister', mereka tidak butuh saya melakukan pekerjaan rumah tangga apapun, karena sudah ada nanny/pembantu di apartemennya. Mereka menyiapkan kamar pribadi untuk saya, memberikan saya uang saku yang cukup dan membiayai perjalanan saya, memberikan saya waktu untuk bekerja, bahkan mereka memberi 2 hari libur tiap minggu. Mereka memilih saya karena saya punya adik banyak dan bisa menggambar, Mr. Liu ingin sekali saya mengajari anaknya menggambar.

Beberapa kali telpon dan bicara dengan keluarga mereka, sangat ramah dan baik. Hingga akhirnya saya memutuskan untuk tinggal bersama mereka selama 6 bulan dimulai bulan September 2017 ini. Surat kontrak dan invitation letter sudah dikirimkan. :)


So,,, once again, ini bukan bermaksud pamer atau sombong. 
Saya ingin meruntuhkan teori- teori saklek yang ada di lingkungan sosial kita sejak jaman kuno.
Tidak ada yang tidak mungkin di dunia ini, asalkan kita mau berusaha dan yakin :)

Kita tidak harus lahir dari keluarga kaya jika ingin kaya,
Kita tidak harus berparas cantik, langsing atau rajin pakai make up jika ingin terlihat menarik, pakailah attitude baik, ramah dan percaya diri, saya jamin pasti akan banyak orang yg tertarik.
Kita tidak harus lahir dari keluarga 'priyayi' atau terpandang jika ingin dihormati, hormati dan hargailah dirimu sendiri, perlakukan orang juga dengan hormat, alhasil kamu akan punya kharisma tersendiri.
Kita tidak perlu uang banyak untuk travelling, banyak cara diluar sana yang bisa membawamu kesana. Yakinlah!
Jika ingin dapat kerja, tidak harus lulus dulu, tidak perlu pendidikan tinggi. Tapi memang pendidikan itu penting agar kita tidak mudah ditipu, tidak semua orang bisa cerdas dan ahli dalam manajemen. Alangkah baiknya memang kita berpendidikan tinggi, tetapi jangan kecil hati juga jika tidak bisa. Masih ada jalan untuk mendapatkan ilmu

Sumber: http://dailypositivequotes.com





No comments :

Post a Comment

Designed by PrettyLikely