Friday, January 25, 2019

Tips Mencari Pekerjaan Untuk Lulusan Seni Rupa dan DKV

Ehem.. ehem...
Sebagai sang legend dari Seni Rupa DKV (Lulus S1 tujuuuuh tahoon) aku mau share pengalaman kerja ku di dunia kreatif ini. I know, aku bukan siapa siapa, tapi aku paham dasar dasarnya dan pasar seni kreatif dan ingin share ke teman teman semua. 

Kadang ketika kita sedang kepepet keuangan, kita jadi panik dan kelabakan mau nyari duit kemana. Minta duit ke orang tua, duh gengsi banget. Badan udah gede gini, dan orang tua juga semakin sepuh untuk bekerja menafkahi kamu. Atau mungkin kamu kena sindrom FRESH GRADUATE, sindrom dimana orang orang yang barusan lulus kuliah, barusan wisuda jadi kebingungan mau kemana. Karena sebelumnya ada tanggung jawab dan ikatan untuk lulus kuliah, tapi sudah selesai dan terlaksana, terus mau kemana lagi?

Walau dari kuliah aku sudah bekerja, tetep aja abis lulus, bingung mau kemana karena selama ini kerja sendiri, tanpa jaminan dan asuransi apapun, jadi wirausaha tidak semudah itu. Tapi syukurlah masih bisa bertahan dengan kesendirian (ah... elah) tapi tetep aku dibantu dengan partner kerja dan loyalitas klien klienku. 

Dulu pas teman teman kuliahku udah pada mau lulus, sedangkan aku masih berkutat dengan skripsi, sering banget lihat mereka pake baju putih hitam rapih dengan sepatu fantovel hitam dan bawa dokumen penting. Aku nanya,

 "mau kemana lu, Dho?". terus dia jawab, 

"mau ke job fair, biar lulus dapet kerjaan"

Glegk! aku masih bisa daftar karena masih skripsian. Waktu itu musim hujan pula, dan melihat temanku itu basah kuyup kena hujan, sebegitunya perjuangan mencari kerja.
Dan, sekarang ini dia kerja tetap di pabrik rokok, lumayan bagus karirnya. Worth it lah sama usahanya dia dulu.

Tetapi ada temanku yang lain yang tidak seberuntung itu. Dia melamar pekerjaan ini itu ke beberapa perusahaan di Job fair atau langsung ke HRD. Tetap saja tidak diterima, paling 1-2 tahun baru dia bisa di terima bekerja. Yah, rejeki orang beda beda dan masa depan mana ada yang tahu.

Oleh karena itu, sebelum kamu melamar pekerjaan, kamu harus ketahui siapa dirimu dulu. Apa yang kamu bisa? kamu bagus dalam melakukan pekerjaan apa? dan tentunya yang nyaman buat kamu. Karena aku yakin HRD pun akan melihat dan menilai kemampuan kamu dan rasa suka kamu terhadap pekerjaan. 
Untuk membantu kamu biar lebih enak cari kerja sesuai minat, bisa lihat list rekomendasi  platform job seeker dari aku untuk kalian yang baru lulus kuliah:




Platform website Jobseeker ini menurut yang paling fair dan up-to-date, berkat website ini dulu adekku ketrima di perusahaan Uber Indonesia. Aku sendiri pernah coba pakai website ini iseng iseng kirim CV dan portofolio ke beberapa perusahaan, dan syukurlah ada 3 perusahaan startup yang menerimaku. Salah satunya malah aku ketrima sebagai art director, sayangnya aku kudu pindah ke jakarta dan tidak boleh menjalankan studioku sama sekali. So, i have decided to say 'NO".
Website ini berisi perusahaan startup di kawasan asia tenggara (kalau nggak salah) seperti Gojek, Shopee, OVO, Ciputra, etc. Ini cocok banget buat kamu lulusan DKV yang:
  • Tertarik dengan dunia startup
  • Menguasai bahasa inggris (basic) sampai Fluent
  • Lebih suka bekerja di perusahaan, atau di dalam team
  • Mungkin bersedia bekerja di luar negeri seperti Singapore, Malaysia, Philipine
  • Siap kontrak satu semester hingga tahunan
  • Biasanya yang dicari lulusan D3, S1, S2 
Jangan lupa membuat tampilan CV dan portfoliomu lebih bagus, karena perusahaan" yang ada di web ini lebih hits dan selalu up-to-date. Mungkin bisa juga bikin portofolio berupa animasi,  video slide atau youtube video.



Yup! ini platform kreatif yang mungkin kompetitornya Kreavi.com juga. Website ini juga bisa menampilkan karya portfoliomu. Banyak perusahaan perusahaan dan studio kreatif yang menggunakan website ini untuk mencari karyawan. Tapi memang kompetitormu jadi banyak buaaaanget, kamu kudu gigih dan semangat cari kerjanya. Website ini cocok buat kamu yang:
  • Minat sebagai ilustrator, UI UX designer, animator, dan Vector artist
  • Kebanyakan perusahaan disini tidak mengharuskan kamu bisa bahasa inggris
  • Ada perusahaan besar, ada pula studio kreatif kecil
  • Penawaran gaji beragam, ada yang besar hingga rendah
  • Jenjang pendidikan yang dicari beragam dari lulusan SMK sampai S3 atau profesional
  • Kompetitor alias sainganmu buaanyak, jadi kudu semangat dan gigih!
Masih ada banyak lagi platform cari kerja dengan sistem kontrak dan ngantor (in office) seperti: 
  • Jobstreet.com
  • Indeed.com
  • Linked in
  • Glassdoor
  • Google for job
  • etc
Jangan lupa persiapkan CV dan portofoliomu dengan baik dan rapi. Bikin sekreatif mungkin and keep it simple :)

Nah! untuk selanjutnya adalah untuk para fresh graduate Seni Rupa DKV yang lebih suka kerja freelance alias wirausaha atau yang mau ber- solo karier. Karena ada beberapa orang yang cocok kerja kantoran dan ada yang lebih suka pekerjaan yang dinamis dan fleksibel dengan cara berwirausaha. Tapi, menjadi wirausaha kamu kudu kuat, kuat menghadapi persaingan dan kehidupan yang naik turun. Kadang banyak orderan, dan kadang sepi orderan. Hal ini harus disiasati dengan cara mengatur waktu lebih baik, dan mampu mengatur keuangan sendiri.
Berikut daftar platform job seeker dengan sistem (work-from-home):





Aku sangat merekomendasikan situs ini karena its totally free!. Cocok buat kamu yang baru aja memutuskan untuk bekerja freelance. Lumayanlah, gak cuma bisa buat upload portofolio, tapi juga bisa dapet proyek disini. Kamu tinggal sign up, tulis profilmu, dan upload karya terbaikmu. Jangan lupa cantumkan harga. Disini, kamu kayak buka lapak aja gitu. Dengan otomatis calon klien akan cari kamu dan menghubungi kamu jika mereka tertarik dan cocok harganya. Tidak perlu mencantumkan harga termurah, tetapi fair sesuai dengan kualitas karya. Situs ini cocok bagi kamu yang:
  • Minat membuat ilustrasi, ilustrati buku anak, UI UX designer, logo design, animasi, social media design, marketing, etc
  • Untuk pemula, kamu bisa menampilkan maksimal 7 karya/ portofolio. Nanti kalau klienmu udah
  • Males bikin proposal ke calon klien, jadi disini kamu tinggal upload karya aja tanpa kirim kirim proposal ke klien langsung
  • Cocok buat kamu yang skill bahasa inggrisnya masih basic
  • Ada pilihan Fiverr Pro, jadi kalo kamu udah banyak orderan, banyak klien kamu bisa daftar ke Fiverr pro dan dapat klien dari perusahaan besar. Tanpa kudu bayar lagi. Jadi sistemnya mereka fair banget.
  • Hasil penjualanmu ke potong 5% pengganti jasa di situs
  • pembayaran melalui paypal atau direct bank juga bisa
Situs lain selain Fiverr.com yang bisa kamu coba yaitu:
  • Behance.net : Hampir sama seperti Fiverr, kamu bisa pakai ini sebagai akun portfolio kamu juga
  • Artstation.com : Ini cocok banget bagi kamu yang suka bikin animasi 3D, 2D, realis, game character design, etc
  • Deviantart.com : Situs ini paling terkenal di jamanku (10 tahun lalu) cocok buat kamu yang suka bikin anime, character design, ilustrasi 2D, realis, etc




Platform website ini paling populer menurutku, dan banyak teman temanku yang mengandalkan web ini. Walau memang banyak kompetitornya, yang penting cara komunikasi kamu ke klien enak. Alias pinter bikin proposal, nanti aku kasih beberapa tips biar bisa dapet banyak proyek dari web ini :) Cocok banget buat kamu yang:
  • Penawaran skill tidak terbatas, kamu bisa menawarkan berbagai skill disini, segala bidang seni visual sampai jasa lain seperti admin, akuntan, manajer, translator, etc
  • Beberapa test skill bisa kamu ikuti secara gratis, seperti tes bahasa inggris dasar
  • Tidak harus sarjana atau punya pendidikan tinggi, yang penting mencantumkan ijazah pendidikan terakhir
  • Harus pintar nulis proposal secara singkat dan komunikatif, gak asal copas
  • Potongan berkisar 10%-20%
  • Untuk pemula bisa mengirim proposal maksimal 30 poin atau 15 proposal
  • Bisa daftar membership biar bisa ngirim proposal lebih banyak seharga 170 ribuan per bulan
  • Kemungkinan bisa dapat klien long-term
  • Sangat mengandalkan keberuntungan
  • Harus siap mental dan gigih mengirim proposal dan negosiasi
Situs lain yang hampir sama seperti Upwork.com yaitu:
  • Freelancer.com : Situs ini gak gratis, berbayar dan aku sarankan bagi kamu yang belum pro jangan coba coba daftar disini. Kompetitor banyak banget dari India dan Filipina
  • Guru.com : Situs ini sama seperti Upwork tapi kesempatan cuma 5 bid alias cuma bisa ngirim 5 proposal
  • Peoplerperhour.com : Situs UK ini juga hampir sama dengan Upwork
  • Dribbble.com : Cocok buat kamu yang suka bikin video animasi 2D
Situs ini cocok banget buat kamu yang suka bikin kerajinan apalagi yang vintage, oldskull dan traditional. Seperti tas anyam, lukisan cat minyak, tas kanvas, kayu ukir, patung, dll. Pasar yang ditargetkan adalah pasar luar negeri. Tapi syaratnya kamu harus punya kartu kredit, karena situs ini berbayar. Sebulan bisa 70 Ribu hingga ratusan ribu rupiah tergantung jumplah postinganmu. Pastikan online shop mu benar benar kreatif, unik, mudah untuk dikirim dan tidak beresiko kalau dikirim ke luar negeri. Berikut beberapa situs lain yang bisa kamu pakai:
  • Instagram : Platform paling yahuuud di jaman now, free, and easy to use. Pinter pinter bikin iklannya aja
  • Redbubble : Bagi kamu yang suka desain baju, scarf, hijab, kaos distro, casing HP bisa daftar disini. Kamu tinggal share karyamu aja, bahan bahan mereka yang cetak dan kirim, kamu akan dapat fee royalti



Bagi kamu yang suka fotografi dan suka bikin ilustrasi vector bisa coba platform ini. Jadi kamu bisa upload karyamu dan dapat royalti, memang tidak tinggi sih fee- nya, tetapi lumayan kalau dapat. Bener bener gambling hasilnya, tinggal pinter pinter cari ide kreatif dan hashtag. Jangan lupa pas daftar jadi 'contributor' ada tesnya dulu dengan mengirimkan 10 karya terbaikmu. Berikut adalah situs lain yang hampir sama seperti Shutterstock :

Bagi kamu yang tahu ilmu atau menguasai materi seni rupa DKV tertentu tapi kurang dalam prakteknya dan lebih suka sharing mungkin Udemy.com bisa jadi jalan alternatif. Asalkan kamu bisa menguasai bahasa inggris setidaknya conversation (sangat disarankan) tetapi tidak menutup kemungkinan bisa pakai bahasa indonesia. Dalam satu kelas atau satu materi bisa dapat 300 ribuan rupiah mungkin. Kamu kudu menguasai materi dan pinter edit video, jangan lupa jaringan internet yang kenceng dan headset+ microphone.



Yep! Di jaman sekarang hampir semua orang ingin eksis di youtube, karena tidak bisa dipungkiri bahwa youtube.com  bisa memberi kamu banyak uang berdasarkan jumlah viewers. Namun tidak semudah itu, kamu kudu punya 1000+ subscriber dan jumlah jam tayang sesuai aturan youtube. Saya sarankan isi kontenmu harus yang berfaedah dan memberi impact yang bagus bagi orang lain. Seperti bikin video tutorial lukis, bisnis desain, tutorial editing video, etc. Karena menyebarkan ilmu yang baik adalah amal yang tak pernah putus. Jika tidak bisa bikin konten di youtube, kamu bisa juga jadi penulis Blog alias jadi blogger. Share ilmu di blog juga bisa dapat rupiah melalui adsense dengan beberapa aturan tertentu. 

Yah! kalau kamu baca sendiri memang banyak platform yang menyediakan lapangan pekerjaan buat kamu, tinggal kamu pilih mana yang paling sesuai dengan yang kamu sukai dan minatmu. Tips dari aku yaitu:
  • Build creative portfolio and have online portfolio at least on behance
  • You must know who you are! and what you want!
    Dalam arti kata kamu kudu ngerti lo sapeh dan pengen jadi apeh
  • Don't ever give up!
    Jangan mudah menyerah, jadilah sosok yang ambisius dan optimis. Ditolak yah dicoba lagi heheh
  • Do good, be good, still good
    Jangan copas karya orang lain, karena hal itu tindakan yang bikin kamu dapat karma buruk
  • Just be yourself!
    Bukannya aku nyuruh kamu jadi idealis, tapi aku menyarankan agar kamu percaya diri dengan karyamu
  • Nothing Instant like your noodle!
    Semua butuh proses, jadi sambil daftar, sambil berkarya juga

So, buat kamu disana semangat yah!!!! HWAITING ONNIE OPPA!











27

Wednesday, January 9, 2019

Masalah yang dihadapi Freelancer Desain Komunikasi Visual

Bekerja menjadi freelancer adalah pilihan. Ketika kamu nyaman memilih jalanmu sendiri untuk bekerja sendiri atau berwirausaha pasti banyak suka dan dukanya juga. Aku menekuni pekerjaan ini sejak kuliah semester 5 dulu. Karena awalnya pada jaman itu uang saku ku mepet hihi. Dan di waktu yang sama ada editor yang suka dengan karyaku, jadi deh icip icip kerja freelance illustrator. Akhirnya keterusan sampai sekarang.

Dalam artikel ini aku membahas beberapa masalah yang dihadapi freelancer terutama bagi freelancer di bidang DKV seperti ilustrator, desainer grafis, desainer konten, UI UX desainer, dll. Pernah beberapa tahun lalu aku baca bukunya pak Surianto Rustan yang berjudul BISNIS DESAIN terbitan 2015, isinya sangat bagus dan ada suatu bahasan tentang suka duka freelancer DKV. Buku ini sangat aku rekomendasikan kepada teman teman DKV yang ingin memulai bisnis di bidang desain atau jadi freelancer.

Nah... untuk lebih singkatnya akan aku jabarkan apa saja masalah yang akan kamu hadapi ketika menjadi freelancer DKV, beserta solusinya :


 Tidak bisa mengatur keuangan dengan baik
Bekerja sendiri memang lebih nyaman menurutku. Menjadi bos bagi diri sendiri, pendapatan mungkin lebih banyak daripada orang yang bekerja di kantor atau studio. Bekerja lebih fleksibel bisa dimana saja, dirumah tanpa harus pakai pakaian kantor, koloran dan tank-top an, dll. Tetapi, karena hal fleksibel tersebut kadang kita juga sesuka sukanya aja mengatur keuangan. Karena apa apa dikerjakan sendiri, jadi ada beberapa detail yang luput dari pengawasan. Yaitu keuangan!
Kalau di kantor atau studio biasanya kita sudah ada jaminan kesehatan/ BPJS, asuransi, kas dll. Sedangkan kadang sebagai freelancer kita tidak memperhatikan hal itu. Begitu dapat gaji, misal Rp.5.000.0000 gitu yah menurutmu itu udah gajimu sepenuhnya, di abis abisin buat jajan, makan, sewa kos atau rumah. Padahal ada beberapa kebutuhan lain yang harus disisihkan. Bayangin aja, tetiba kamu sakit, karena sakit kamu jadi gak bisa lanjut kerja, terus kehilangan klien deh. Aku dulu pernah ngalamin hal itu, akhirnya gelagepan ngorek ngorek tabungan buat biaya pengobatan. Mana klien juga udah pergi semua dan memutuskan kontrak, jadi rugi besar. Berdasarkan masalah seperti itu,
solusinya adalah :

Hitung semua kebutuhan primer dan sekundermu dalam 1 bulan. Apa saja pengeluaran tetap dan kebutuhan tetap yang realistis. Setelah itu perkirakan biaya dokter atau perawatan, kas jika kamu belum dapat klien lagi, dan tabungan lain lain. Jadi kamu harus punya anggaran untuk 'jaga-jaga'. Persiapkan juga asuransi kesehatan sejak dini biar gak kerepotan di masa depan. Mungkin bisa coba bikin catatan keuangan sendiri pakai bullets notes atau pakai aplikasi android (manajemen uang) sudah banyak ragamnya, tinggal di download. Dan selalu sadar apa yang dibeli agar lebih hemat.


Resiko kesehatan atau penyakit

Masalah ini sering aku temukan di teman teman freelancer. Yaitu masalah kesehatan, karena fleksibel tempat dan jam kerjanya, jadi mereka bekerja sesukanya. Ada beberapa orang yang cocok bekerja dari pagi sampai sore dan ada pula yang cocok bekerja dari malam hingga pagi. Hal ini pernah aku alami sendiri, pada jaman itu... beberapa tahun lalu, entah kenapa kalau kerja pagi rasanya males, nggak mood karena rame di kos. Akhirnya aku kerja mulai malam hari sekitar jam 8 malam sampai jam 3 atau jam 4 pagi. Karena tidur subuh, aku biasa bangun siang sekitar jam 11 siang. Setelah sekitar 2 bulan aku mengalami siklus kerja dan tidur yang beratusan begitu, alhasil badan rasanya gak karuan. Di siang hari rasanya jadi lemes, bahkan untuk aktivitas seperti jalan jalan ke mall atau ke kampus aja capeknya minta ampun.  Perubahan di fisik juga berubah, seperti mata panda, kulit lebih kasar, dan rambut rontok (gak tau ada hubungannya apa enggak), pokoknya tiba tiba jadi Zombie. Tidak hanya itu, masalah berat badan juga sering di alami freelancer. Ada yang jadi kurus banget, karena jarang makan karena mager di kos atau saking semangatnya kerja jadi lupa makan. Ada pula yang kelebihan berat badan, seperti akuhh....
Keasikan kerja didepan layar, sambil ngemil karena stress. Jadi jarang gerak juga, akhirnya berat badan naik dan beresiko obesitas. Kebiasaan kebiasaan buruk diatas membuat para freelancer beresiko terkena penyakit serius seperti jantung, paru paru bagi yang suka kerja malam, obesitas, maag, dsb.
Solusinya agar kita tetap sehat adalah :

Seorang dokter yang paling ahli pun akan menyarankan kamu untuk berolahraga rutin. Setidaknya 3-4 kali seminggu sudah bagus. Olahraganya yang kamu suka aja kayak jalan kaki dari rumah sampai ke rumah mantan atau pacar hihihi...Kalo aku suka yang lebih menghibur seperti zumba, dance, cover dance, aku targetin setidaknya tiap hari 20-30 menit.
Tidur teratur itu penting. Kita bukan makhluk nocturnal, badan kita sudah di setting sama Tuhan YME untuk aktif di pagi- sore hari dan tidur paling cukup 8 jam sehari. Diluar hal itu nanti badan dan organ kita error :(. Coba latihan tidur jam 10 malam dan bangun jam 5-6 pagi. Badan pasti seger.
Kalau kata kakek dan nenek saya, hidup kudu balance. Kalau sudah lama duduk bekerja di layar, yah kudu aktif pula di balik layar. Bergeraklah, setidaknya bersih bersih rumah atau pergi ke mall sekedar lihat cewek cewek cantik atau jejaka jejaka bening hihihi....







Suddenly Anti Social (Cave man syndrome)
Dari semester awal kuliah di jurusan Seni Rupa DKV UNNES aku lumayan gaul (sok gaul)  dan sok populer gitu. Aku bisa main sama siapa saja sama temen PSR atau kakak kelas DKV. Terus aku coba kerja freelancer, awalnya biasa saja. Tapi lama lama berkurang kapasitas mainnya, bersosialisasi dengan teman ataupun keluarga berkurang. Waktu jaman skripsian juga sudah tidak ada kuliah, aku sibuk kerja. Pernah hampir 1 minggu full, aku kerja didepan laptop mungkin sekitar 8-10 jam sehari. Keluar kamar pas mau mandi, atau pas mau ke warung sebelah cari makanan, sisa waktu cuma tidur. Setelah beberapa bulan kebiasaan itu berulang, aku jadi merasa aneh. Kondisi fisik dan psikis jadi aneh, mata jadi sensitif dengan cahaya apalagi kena sinar matahari, langsung pusing. Dan yang paling parah, pas keluar ketemu banyak orang di toko buku, jadi bingung. Pusing, ternyata aku gak hidup sendirian, banyak orang di bumi ini. Pas ketemu teman jadi kikuk, bingung mau ngomong apa. Dan jadi mager-an kalau mau kemana mana. Pas baca bukunya pak Surianto Rustan, ada bagian yang membahas hal ini. Ternyata masalah ini tidak hanya terjadi di aku saja, tapi freelancer diluar sana juga mengalaminya.
Solusinya adalah:

Membuat jadwal dan menyempatkan diri untuk bertemu atau main dengan teman, keluarga, mantan, pacarnya mantan. Jalan jalan, atau berwisata ke suatu tempat, barangkali bisa ketemu jodoh, atau jodohnya orang, atau inspirasi untuk bikin karya. Coba pas lagi keluar atau di Kafe gitu bicara atau menyapa orang asing barangkali bisa sekalian networking. Bersosialisasi itu perlu untuk masa depan, agar mudah bernegosiasi, networking atau rekomendasi pekerjaan, sharing juga membuat kita bahagia dan beban hidup jadi lebih ringan. Membuat kita mengerti mana yang buruk dan mana yang baik. Dan yang terpenting, membuat kita merasa tidak SENDIRI :)
Aku cuma menjabarkan sedikit soal masalah freelancer, sebetulnya masih banyak masalah lagi, namanya juga kerja. Dan beragam juga solusinya. Untuk kamu yang baru saja menggeluti dunia kerja di bidang DKV, di pikirkan lagi mana jenis pekerjaan yang cocok bagi dirimu. Apakah kerja di Studio, Perusahaan atau kerja sendiri jadi freelancer. Memang kudu dipersiapkan pula mentalnya agar lancar kedepannya. Untuk info lebih detail bisa deh baca buku- bukunya pak Surianto Rustan :)

Makasih sudah baca artikel dari saya, semoga bermanfaat :)

18

Friday, December 21, 2018

Alasan Memilih Jurusan Desain Komunikasi Visual

ALASAN MEMILIH JURUSAN DESAIN KOMUNIKASI VISUAL

Banyak sekali para remaja lulusan SMA/SMK bingung memilih jurusan mata kuliah karena adanya beberapa pertimbangan dan beberapa faktor yaitu letak kampus, budget, dan kualitas kampus (ter-akreditasi atau tidak). Selain itu pengaruh lingkungan salah satunya adalah orang tua, karena orang tua yang biasanya berperan sebagai sumber dana kuliah anaknya. Ketika memilih jurusan, baik sang anak maupun orang tua memiliki pertanyaan seperti ini: 

"Apakah jika aku memilih jurusan ini, ketika lulus bisa langsung bekerja?"

" Aku ingin ikuti keinginan ortu masuk jurusan itu, tapi aku takut ketika kuliah malah berasa salah jurusan, jadi aku harus gimana?"

"Apakah anakku jika memilih jurusan itu akan sukses? mana biaya alat dan kuliahnya mahal"

Hmm... hal ini pula yang menjadi dilemma-ku saat lulusan SMA. Kebetulan dari SMP aku masuk kelas favorit dimana dalam kelas tersebut adalah kumpulan anak anak berprestasi di segala mata pelajaran. Ketika SMA aku masuk kelas IPA dan berambisi sekali untuk menduduki juara 1 di kelas. Hingga pada akhirnya kelas 3 SMA aku mulai bingung.

Sebetulnya apa sih yang menjadi passion ku? 
apa sih yang ingin aku gapai di hidupku?

Sedangkan dari kecil aku tinggal dengan kakek nenek. Kakek adalah dosen kimia dasar di Universitas Negeri Semarang. Beliau berambisi sekali agar nilai sains dan matematika ku bagus. Kuliah di ke perawatan, jurusan sains, dan jurusan yang berkaitan dengan IPA. Tapi aku memutuskan untuk masuk ke jurusan Seni Rupa DKV UNNES, dan hanya dalam satu kali tes, aku bisa masuk dengan mulus disana. 

Sesungguhnya ketika aku masuk Seni Rupa DKV, orang tua dan keluargaku yang mayoritas bekerja di suatu perusahaan, keguruan, dan pemerintah lumayan kaget. Ada yang pro, ada yang kontra. Apalagi bapakku yang menilai jika masuk di dunia kreatif seperti ini aku tidak akan pernah sukses, dan lingkungan seniman itu buruk, kotor, dan kriminal.

Tapi aku tetap memilih untuk masuk jurusan itu, karena aku merasa, aku akan sukses di jurusan tersebut. (optimis mode on)

Tapi kemudian, ketika memasuki semester 5 keatas, aku ngerasa gagal ditengah jalan. Merasa, kok kayaknya aku gak cocok di jurusan ini. Nilai semesteran anjlok semua, dapat nilai C banyak. Apalagi mata kuliah fotografi dan nirmana. Di tambah melewati semester 8 keatas fyuhh,, udah engap. Kuliah rasanya susah. Pengen mundur, DO tapi gimana lagi ini pilihanku. Seharusnya aku tanggung jawab.
(Yang mau ngepoin aku gimana prosesnya, nanti aku ceritain detail di artikel selanjutnya yah)

Hingga akhirnya aku lulus di semester 14..... wuzzzz!!! nyaris DO. 
But, its okay nilai IPK ku 3 koma lah. Not bad hehe...
Dan dapat plus plus dong. Aku dapat gelar mahasiswa berprestasi internasional dari pak Rektor hehe.
Gak cuma itu, setelah lulus aku lolos join program au pair ke China dan bisa kuliah bahasa gratis.
Gak cuma itu, sekarang aku punya usahaku sendiri, namanya Gagestudio dan memiliki 6 karyawan

Jadi,

untuk adek adek yang baru lulus SMA/SMK, lakukanlah yang kamu suka selama itu positif dan kamu mampu bertanggung jawab dengan segala resikonya. Kejar terus, dengarkan pendapat dan saran orang lain secukupnya, lalu D.I.Y ( do it by yourself). Hidup itu bukan soal uang doang, tapi soal hati. Jika kamu hidup dengan senang, mengambil jurusan yang kamu suka, bekerjapun jadi lebih ringan, rejeki akan mengikutimu :) (mooooootiiiiivaaasiiiii.....)

Pendapat saya untuk orang tua, mungkin bisa memberikan kebebasan anak untuk memilih jurusan. Kalaupun tidak mampu, bisa mengikuti tes bidikmisi atau beasiswa lain. Karena menurut saya setiap orang memiliki hak nya masing masing untuk menentukan jalur hidupnya dan menggapai cita citanya. Saya yakin, jika ada kemauan, disitu ada (moooootiiiivaaasiiii.... lagi)

Lalu bagaimana jika anak memilih jurusan Desain Komunikasi Visual?.
Pasti banyak yang bingung dan ragu baik untuk anak dan orang tua, berikut aku jabarkan (pemikiran saya) mengapa memilih jurusan Desain Komunikasi Visual:




PASSION MAKE YOU FEEL ALIVE
Aku lihat banyak calon mahasiswa mengambil jurusan DKV karena hobi gambar, hobi melukis, fotografi, atau suka di dunia kreatif. Padahal sebetulnya DKV nggak cuma soal gambar melulu, namun juga pemecahan masalah (problem solving), kreatifitas mencari solusi untuk pelanggan, produk, atau jasa lain. Jadi bagi kamu yang gak bisa gambar, bisa aja masuk DKV. Jika kamu memang senang dengan jurusan ini, ya ambil saja. Kalau memang tidak mampu, bisa mengajukan beasiswa ke beberapa universitas yang ada jurusan DKV.
Aku ngerasa sekarang ini, bekerja sebagai ilustrator itu seperti bermain. Hati senang, klien/pelanggan pun senang. Disaat laris, rasanya senang banget. Disaat sedang prihatin, belum ada pemasukan, masih bisa senang. Menghibur diri dengan bikin ilustrasi lagi, syukur syukur bisa buat portofolio.


  A THOUSANDS JOB OUT THERE FOR YOU
"Kuliah jurusan Desain Komunikasi Visual kalau lulus mau jadi apa?"
Pertanyaan tersebut sering di lontarkan dari orang tua maupun calon mahasiswa, bahkan para mahasiswa DKV yang merasa tersesat, alias salah jurusan karena mungkin pas kuliah gak bisa nggambar atau merasa gagal di mata kuliah apapun. Hey! wake up guys! banyak kok jenis pekerjaan yangs sesuai jurusanmu. Berikut listnya:
  • Bagi yang suka melukis, menggambar karakter, manusia, atau kartun bisa bekerja sebagai Ilustrator, ilustrator pun masih bisa dibagi menjadi beberapa jenis yaitu ilustrator karakter, storyboarder, ilustrator buku anak, ilustrator editorial, ilustrator vector, ilustrator majalah, dll.
  • Bagi yang suka desain grafis, logo, bikin icon, atau yang sering pegang adobe illustrator, Corel Draw, bisa jadi desainer grafis, UI (User Interface) Designer, Vector Artist, Logo Designer, dll.
  • Bagi yang suka bikin animasi bisa kerja jadi animator, white boards presentation animator yang lagi hits di Youtube, animator untuk content creative di Instagram, dll.
  • Bagi yang suka di fotografi, bisa jadi fotografer freelance, di studio fotografi, Fotografer Produk, Fotografer Model, dll.
  • Bagi yang suka bikin video, bisa jadi videografer di suatu perusahaan, videografer untuk para Youtuber, atau bikin konten video sendiri dan bekerja secara profesional di Youtube.
  • Bagi yang tidak terlalu bisa menggambar, bisa jadi UX (User Experience) designer (nanti saya jelaskan di artikel selanjutnya), bisa jadi Content Creator, Photo Editing, Art director,dll.
  • Dan masih banyak lagi, suerrr...!!
Dan semua itu tergantung dengan passion kamu, dan usaha dalam mencari pekerjaan. Tentu saja yang malas, akan kalah dengan orang yang terbatas tetapi rajin :)


FLEXIBLE JOB
Yap! mengapa aku pilih jurusan DKV? karena aku bisa bekerja dengan fleksibel. Bahkan ketika semester 5 aku bisa bekerja dan kuliah. Tidak perlu ke kantor, tidak perlu mandi, bekerja di kos an juga bisa. Waktu itu bikin ilustrasi buku sains untuk penerbit jakarta selama 2 tahun. 
Bagi kamu yang berniat berwirausaha atau freelancer, jurusan ini cocok untuk kamu. Di era digital dan ekonomi global saat ini, kita bisa bekerja secara bebas dimana saja, di dalam ataupun luar negeri. Banyak platform website yang membutuhkan jasa kita seperti Upwork.com, Freelancer.com, Creasi.Id, Guru.com, dll.
Kamu bisa memilih home-based-job, online-job, dan sejenisnya. Kamu bisa kerjakan sendiri dirumah dengan sistem gaji per jam, per desain, atau per bulan. Bikin dimana sajapun juga bisa, di pantai, di kamar, di rumah mertua, pokoknya dimana saja asalkan ada internet pasti bisa kerja.
Jika ditambah dengan kemampuan bahasa inggris, kamu pasti bisa bekerja dengan pihak asing dengan mudah. Gaji biasanya akan dikirim melalui Paypal atau direct bank. 
Jika benar benar ingin memulai semuanya sendiri, kamu bisa bikin portofolio sendiri baik itu animasi, ilustrasi, video, foto, dll. Kamu unggah ke internet, kamu jual melalui platform website jual beli aset online seperti Shutterstock, Freepik, atau Istock.


Semoga artikel ini bermanfaat, dan menjawab pertanyaan adek adek dan orang tua.
Untuk lebih detailnya bisa kita japri lewat email :)
Semangat yah.


Love,
Aga
28

Wednesday, December 19, 2018

Skinnyfabs, Tinder, dan Relasi

Tinder expectation agaportofolio
Beberapa hari lalu warga Twitter sempat heboh dengan skandal uwik uwik Skinnyfabs (Andhika Wira) dan fansnya. Aku dapat informasi dari karyawan karena pada posting status #ketemuandichatime #yukkechatime #chatime, aku kira lagi pada endorse Chatime atau Chatime lagi bikin kuis giveaway gitu. Eh ternyata mereka menyindir secara lembut... selembut dan setipis sutra kepada skandal Skinnyfabs.

Hmm... siapa sih @Skinnyfabs?

Aku juga gak terlalu ngerti siapa dia, cuman pas aku sedang browsing di Instagram, videonya sering muncul. Rupanya dia selebgram dan youtuber gitu, viral melalui talentanya yang jago bahasa inggris dengan logat british (logat inggris yang kalo ngomong kayak orang kumur kumur) ala Harry Potter gitu lah. Mungkin sejenis sama Fathia Izzati versi cowoknya kali. Orangnya kurus tinggi, kumisan, rambutnya gondrong hitam. Menurutku sih biasa aja mukanya, cuma keren aja bisa logat british. Pas aku kepoin Youtubenya lumayan berfaedah, karena dia ngajarin bahasa inggris gitu sih. Kalau gak salah baca dia pernah jadi tutor di Kampung Inggris Kediri gitu. So far not bad lah.





Jadi, begini. Ceritanya si Skinnyfabs ini populer gitu dikalangan remaja. Dia sering ngadain acara meet and greet gitu, fansnya juga banyak bingits. Sampe banyak cewek pula yang tergila gila (ahh..elah, alay amat). Suatu hari ada cewek syantiiikkk manjahh chat doi kalo dia fans setianya. Si cewek dengan rajin nge- chat Skinnyfabs, ngebet pengen ketemu. Tapi selalu di cuekin, akhirnya si cewek ngiming ngimingi sesuatuh yang enak bagi si cowok, apakah itu? 


bukan bakso atau mie ayam... 

melainkan LOBANG! (Astagah! ini ke alay an yang akut). 

Pakai kata kata " ...YOU HAVE A SLOT TO FUCK ME ANYWAY....". 

Mungkin karena salah satu fansnya itu cantik seksi badayyy, si Skinnyfabs jadi kepengen nganu nganu (who knows). Akhirnya mereka ketemuan di Chatime (??) gak tau lah pokoknya ketemuan. Terus berduaan di apartemen, ngobrol manjah, terus terbawa suasana syahdu, lalu mereka berlanjut main bekel bareng semaleman (??). Setelah puas main bekel, Skinnyfabs minta ke fans cewek tersebut untuk menghapus semua chat dan DM mereka berdua. Karena Skinnyfabs tuh artis terkenal gitu, takut hubungan mereka terbongkar. Si cewek gak mau menghapus chatnya, karena menurut si cewek, itu tuh sangat berharga. Atau, ingin pamer juga (??) who knows. 

Karena si fans cewek kekeuh gak mau menghapus semua chatnya, si Skinnyfabs kezelll gitu. Akhirnya meninggalkan si fans cewek sendirian di kamar. Merasa di perlakukan tak pantas, si fans cewek mengeluh di twitter. Uwaahhhh... revenge!
Berita lengkap di disini.

Berita dan skandal seperti ini memang bikin saya 'kemecer' untuk komen dan membahas hal ini. Sebetulnya sih skenario seperti ini sudah umum dialami banyak insan manusia di era digital dan serba instan ini. Didukung dengan banyaknya platform sosial media yang menjamur seperti instagram, tinder, craiglist, facebook, dll. Kita memang dituntut kudu bijak makenya, karena kita udah gak hidup di dunia nyata aja, tapi di dunia maya juga. Kita punya dua kehidupan sekarang. 

Orang di dunia nyata dan di dunia maya bisa saja berbeda sifat, penampilannya, kebiasannya. Bukannya berburuk sangka, namun kita kudu was was, menjaga diri dan perasaan. Berikut ilustratsi video tentang kehidupan kita di era digital ini : 


Menyukai atau ngefans sama orang, apalagi di sosial media sebaiknya jangan berlebihan. Karena belum tentu fantasi dan ekspektasi kita sesuai dengan realita. Merekapun hanya orang biasa seperti kita. Makan, minum, boker, dan bernafas seperti kita. Sifatnya juga bisa buruk dan bisa baik. 

Pendapat saya dengan skandal Skinnyfabs, siapa yang salah? 
Saya jawab. Salah semua hehe...

Kenapa?

Si Cewek, sebut saja Mbak A. Si mbak A bukanlah fans yang bijak dan tidak menghargai dirinya sendiri dan terlihat desperate. Boleh sih kita ngebet dan suka sama orang, tapi kenapa sampai harus menawarkan seks untuk menggaet pria. Si mbak A ini tahu, bahwa seks adalah reward number wan (baca: 1) bagi pria. Ibarat kucing di iming imingi ikan. Yaudah, jackpot. 

Tahu sendiri sebagian besar isi pemikiran lelaki adalah seks. seks. dan seks. Dan mbak A menggunakan seks sebagai senjata ampuh untuk menggaet mas Skinnyfabs. Dan Voila! berhasil.

But, the lesson is :  what you give is what you get. 
Kamu memberikan dengan sukarela servis seks kepada mas Skinnyfabs, seharusnya kamu kudu terima dong ditinggalin. Ibarat kamu memberikan kucing ikan, ikannya habis, yaudah selesai. Lah wong dari awal, mas Skinnyfabs tidak meminta? lantas apa yang kamu harapkan?

Kecuali kalau memang niat ingin dicintai dan bercinta. Seharusnya tidak perlu sampai menawarkan hal seperti itu. Kalau Skinnyfabs tertarik denganmu, ya pasti langsung nyamperin dan menghargai kamu. Tapi kalau tidak yasudah memang tidak jodoh. 

Hey! ladies, be smart yah. Seneng sama orang boleh, tapi jangan merendahkan diri sendiri. Lelaki akan mencintaimu jika kamu menghargai sendiri. Jangan menyembah, mengemis, sesuatu yang berlebihan tidak baik. Apalagi kepada orang yang belum kamu kenal siapa diri mereka sebenarnya. Be careful!

Untuk Skinnyfabs, bisa jadi pelajaran bahwa menjadi terkenal itu juga banyak godaannya, apalagi godaan seks dari fans yang cantik. Be safe and be careful! 

Pengalaman pribadi waktu jomblo (sekarang sudah tidak jomblo) disarankan adik pakai aplikasi Tinder untuk cari jodoh. Masukkan umur, data, lokasi, udah deh tinggal swipe saja cari lelaki jomblo via aplikasi. Aplikasi ini akan mencari orang orang terdekat di lokasi anda. Kebetulan saya dapat nih beberapa kandidat. Wajah tampan dan terlihat gagah semua. Saya memiliki banyak ekspektasi kepada mereka. Dalam pikiran saya, " wah, si mas joko ini pasti cerdas, baik, dan tajir".

Setelah ketemu, kita kopdar. Eh, lumayan tidak sesuai ekspektasi. Yang aku kira dia serius cari jodoh, ketika ketemu. Dianya sudah ada calon istri. Yang aku kira orangnya naksir, eh ternyata tidak. Karena aku tidak sesuai ekspektasinya. Soalnya foto selfie ku di Tinder terlihat langsing, eh pas ketemu ternyata terlihat jumbo LOL ahhahaha. 

Dan yang paling serius,
Aku udah niat banget buat menjalin hubungan cinta. Eh dianya cuma ingin uwik uwik. (Untung aja gak sampai kejadian, amit amit) Padahal ekspektasiku udah jauh, dan kelihatan nih cowok sopan, berpendidikan, dan dari cara chatnya ke aku, dia keliatan cerdas. But, NO!

Sejak saat itu, aku gak percaya cari cari jodoh lewat medsos. Kudu ketemu langsung, temenan secara natural biar tahu siapa kita dan siapa dia sebenarnya.

Akhirnya aku dapat lelaki baik yang sudah aku kenal 3 tahun ini. Perhatian, sabar, dan penyayang. Selama ini kita dekat, namun aku tidak menyadarinya, dan meremehkan keberadaan nya. Tapi sekarang aku bersyukur punya dia di hidupku. Aku tidak perlu merendahkan diri sendiri dan memohon, hanya perlu menghargai diriku sendiri dan menghargai dia. (eaakkkk...)

Semoga kita sebagai pengguna sosial media bisa lebih bijak yah.
Dan yang sedang diatas tetap berpikir clear, jangan ikuti hawa nafsu berlebihan.


Love,
AGA




19

Friday, December 14, 2018

8 hal yang saya pelajari dari negara China

Breakfast menu from the one of restaurant in Shanghai

Hello! Dipenghujung 2018 ini aku teringat kenangan menarik setahun lalu ketika tinggal di Shanghai, China. Bulan Desember 2017 waktu itu adalah bulan yang sangat berat buat aku. Bukan karena apa apa, tapi karena tubuh ini yang belum bisa beradaptasi dengan peralihan cuaca dari Fall ke Winter di China. Padahal tidak ada yang menyiksa, tapi badan benar benar tersiksa. Cuaca yang tiba tiba dingin, angin yang berhembus kering. Kulit kering parah, sampe bibir jadi 'nglotok' kayak orang sakit. Tiap malam pakai AC yang panas, tapi malah susah napas. Kalau jalan ke sekolah, atau keluar dimanapun itu. Tiba tiba mata keluar air matanya kayak nangis gitu di jalan, sampe dilihatin orang. rambut tiba tiba kering kayak ijuk. Wah.....!! pokoknya gak kece abis deh.

Eitss!! mosok sih yang aku share, pengalaman gak enak ini saja?
Ada kok yang positif yaitu MASAKAN CHINA! Omaigad!! Ueeenaak e poll!! ( Nanti aku share makanan favoritku di China) Seperti cerita dibawah hihi...

Kurang lebih 6 bulan aku tinggal di Shanghai, ada banyak hal (Life lesson) yang aku dapatkan disana, yang belum tentu aku dapatkan dari kampus dan di lingkungan Indonesia. Berikut listnya:


  • Orang China itu fokus! 
    Karena disana aku numpang, hidup bareng sama orang China. Aku sedikit mengerti kebiasaan orang sana. Mereka itu fokus, tidak grusa grusu, apa yah... kerja ya kerja. Jarang yang kalo kerja atau kuliah bolos. Sebisa mungkin mereka untung, jadi bagi mereka bolos itu bikin boros. "Lah wong aku wes bayar, mosok aku bolos?" yah begitulah konsep mereka. "Kalau aku bolos kerja, nanti aku dapat laporan, nanti kalau di keluarin gimana?"
  • Tekun dan Bekerja Secara Profesional (dibidang apapun)
    Setiap pagi ketika aku mulai mengawali hari dengan jadwal blusukan ke daerah Shanghai. Aku ketemu tukang sapu yang sudah tua gitu, tapi nyapunya bisa mantep. Pakai baju lengkap, sarung tangan dan bersih. Bisa bener bener mantep nyapu, bersih tidak ada barang apapun di jalan. Setelah nyapu, tidak lantas pergi. Dia berdiri dulu disitu beberapa menit. Begitu ada daun jatuh, walaupun 1 biji doang, langsung di sapu. Hal itu sama juga dilakukan sama petugas kebersihan di Mall sana. Saking pedulinya mereka dengan kebersihan Mall. Pas musim hujan, pengunjung mall yang bawa payung basah, dikasih plastik oleh petugas kebersihan, biar payungnya yang basah gak netes netes di lantai Mall. Itu baru petugas kebersihan loh yah? belum yang lain. Pernah juga waktu di Metro, ada mas mas yang lagi latihan speech didepan penumpang lain. Sebelumnya dia permisi dulu, "maaf, saya lagi seleksi tenaga sales di perusahaan X. Saya Introvert, jadi saya mau latihan memberanikan diri speech didepan kalian". Wuah!! emejing banget dah, bisa niat banget kerjanya. Patut dicontoh
  • Melek Tekhnologi di segala usia ( Mau menerima pembaharuan)
    Sebelum berangkat ke China, penilaianku dengan negara ini masih berdasarkan informasi di Internet yang negatif, karena kabarnya China mem-blokir segala bentuk medsos dan jaringan produk luar negeri. Eh setelah sampai disana, aku TERKEJOET! Negara ini begitu canggih! Mereka bikin aplikasi sendiri, bikin jaringan internet dan search engine sendiri. Google = Baidu, Whatsapp = Wechat, GPS= Beidou, dll. Mereka bikin aplikasi sendiri, sistem operasi sendiri, dll. Dan tau gak sih, di China jarang banget lihat polisi sliwar sliwer. Polisi sudah digantikan dengan CCTV camera, hampir setiap pojokan dan di jalanan ada camera CCTV. Kalau parkir sembarangan, gak usah banyak cingcong, langsung poin lisensi SIM bakal berkurang dan kena denda secara otomatis di sistem mereka. transaksi pembayaranpun sudah canggih, pakai QR code scanning system. Tempelin aja HP di QR code toko, udah otomatis terbayar. Penggunanya dari segala usia dan kalangan. Sampe kakek kakek, jalan pake tongkat. Keliatan sepuh gitu, transaksi di Starbucks pakenya HP android trus scan QR code di kasir. Kan! keren banget, mereka pun yang sudah sepuh mampu menerima teknologi
  • Logis
    Beberapa minggu di Shanghai, aku masih rada kuper gitu. Masih emosional karena susah beradaptasi dengan cuaca dan kondisi masyarakat sana yang terkenal 'cuek'. Ayah host family ku memberi banyak informasi dengan kebiasaan masyarakat China. Mereka tidak begitu mempermasalahkan atau mempedulikan perasaan atau emosi. Karena bagi mereka itu hal yang tidak menguntungkan. Seperti contohnya suatu hari aku lupa bawa buku paket ke sekolah, akhirnya aku bilang ke guru ku kalo buku ku ketinggalan. Terus Bu Guru diem aja sambil senyum. Aku kira gak masalah, eh pas aku cek lagi di buku absen. Aku kena teguran dan dapat nilai C. Disitu aku sedih banget, baper, galau (yaelah). Tetapi yah bener, itulah pekerjaan guru ku disitu. Mengajar dan memberi laporan. Aku mikir, iya bener juga. Apa apa jangan pakai hati tapi pakai logika. Punya otak kok gak dipake sih gue :( heheheh. Sejak saat itu aku paham, bahwa gak semua hal itu terlalu dipikirkan, dirasakan, atau pake hati
  • Toleransi beragama dan berbudaya
    Banyak yang menganggap orang China itu rasis. Iya, mereka rasis, semakin rambutmu pirang, semakin tinggi pula respect mereka. Jadi bule bule eropa disana kalau kerja pasti bakal dapet gaji yang paling tinggi, sedangkan black people dapat gaji lebih rendah. Kalau masih di area Thailand, Malaysia, dan Indonesia gitu mereka masih respect. Tapi satu hal lagi, mereka tidak terlalu peduli dengan perbedaan di kehidupan ber masyarakat. Negara tersebut negara komunis dengan jumlah 99% penduduknya atheis loh! ingat Komunis dan Atheis. Tapi banyak tuh masjid dan mushola di Shanghai. Banyak orang arab dan China utara yang mayoritas muslim hidup damai disitu. Mau berhijab, burqa, dll, bebas. Malah makanan favorit yang murah dan enak di China itu restoran mie gitu, yang pemiliknya muslim. Hampir tidak ada isu perang agama disana. Komunis dan orang beragama hidup damai berdampingan disana
  • Peduli Kesehatan dan Olahraga
    Hampir setiap waktu aku jalan kaki keluar, mesti ketemu orang orang yang lagi jogging, senam, wushu, tai chi, dll. Dari segala usia dan kondisi tubuh (difabel) semuanya olahraga. Karena mungkin biaya rumah sakit disana super duper mahal. Dan mereka memang logis, "Jika aku sakit, aku tidak bisa menikmati hidup. Dan jika aku sakit, tabunganku yang aku kumpulkan akan percuma dengan membayar biaya rumah sakit. Jadi lebih baik aku jaga pola makan dan berolahraga". Sekumpulan lansia setiap pagi olahraga taichi, aku pernah ikut tapi baru join 10 menit aja sudah keringetan heboh, tekor :( padahal gerakannya selow. Ada pula, kakek difabel dan mungkin kena stroke juga di taman dekat apartemen dia senam sendirian pakai HP. Makanya aku jarang sekali bertemu orang China yang gendut disana. Nenek nenek usia 60 tahun bisa terlihat seperti usia 40 tahun, segar bugar dan sehat. Makan pun mereka juga terjadwal dan sangat dijaga. Jadi sarapan itu gak neko neko, paling telur rebus atau telo (gak jauh beda kayak di Indonesia). Mereka banyak makan sayur dan sedikit bumbu. Aku belajar bahwa, kesehatan itu penting
  • Pendidikan formal dan Ekstrakurikuler
    Karena peraturan pemerintah di China yang membatasi kelahiran anak pada suatu negara yaitu hanya ada 1 anak saja. Atau 2 jika sang ayah atau ibu adalah anak tunggal. Maka, setiap orang tua di China berusaha untuk mengoptimalkan pendidikan formal sejak dini untuk anak mereka, tidak hanya itu mereka juga support anak untuk mengikuti kegiatan  ekstrakurikuler, atletik, dan skill lain sesuai minat anak. Sama seperti di Indonesia, semua anak disana sekolah dari Senin hingga jumat. Biasanya anak anak China di hari sabtu mengikuti kegiatan lain seperti atletik di tempat les gitu kayak renang, wushu, karate, dll. Atau mengikuti kelas tari balet, zumba, IT, kreasi tas, mekanik, dll. Kegiatan tersebut tidak santai, mereka harus serius. Tidak seperti di Indonesia, yang mungkin belum terlalu peduli dengan kelas ekskul dan menganggapnya buang waktu atau tidak perlu. Di China, keahlian lain selain pendidikan formal sangat diutamakan. Dan benar saja, ketika aku di usia 26 sekian ini lumayan menyesal, kenapa dulu aku gak ikut ekskul olahraga renang, kalau ikut dan dibolehin nenek pasti sekarang badanku tidak menggendut dan sehat
  • Rajin Menabung, tidak gengsi
    Mungkin sifat inilah Negara China menjadi negara yang paling kaya di dunia, ketika perekonomian Amerika drop, China masih ada di puncak teratas. Sistem kehidupan mereka yang sangat terencana. Mereka menabung lebih dari 50% dari pendapatan mereka. Sebisa mungkin berhemat, daripada keteteran di kemudian hari. Mereka berhemat dalam segala hal. Seperti makan, mereka makan dengan hemat, memakan sayuran, telur, dan tahu. Baru ketika weekend bisa makan mewah diuar sekali. Transportasi, mungkin karena negara China didukung dengan transportasi yang murah dan teratur dari pemerintah, maka sangat dimanfaatkan oleh masyarakatnya. Walaupun kaya raya seperti apapun, banyak yang memilih berjalan kaki dan pakai transportasi metro atau bus karena lebih hemat. Biaya parkir gedung di China hampir 50 ribu rupiah keatas per jamnya. Mereka tidak gengsi atau gimana, hanya untuk penampilan. Okelah, penampilan juga penting bagi mereka. Di jalan udah kayak Catwalk gitu, banyak yg pakai Hermes, adidas, Supreme ori gitu. Tapi untuk yang lain tetap mereka batasi pengeluarannya
Yah begitulah beberapa hal yang aku pelajari dari masyarakat China. Sebetulnya masih banyak hal lain lagi yang mau aku share, mungkin next aja. Setelah ini aku janji rajin nge Blog hehe. Biar tambah pinter dan gak kuper akunya. Kamu yang udah baca blog ini, terimakasih ya, dan semangat jalani hari. Jangan lupa berolahraga, menabung, dan bersyukur. 

Zai Jian!




6

Welcome to Etsy

Get 25% sale on Etsy.com/shop/Wondergaga
Hello! i just opened my online shop on Etsy. Special prizes for you during this Christmas season.

Please check my shop: 



Thanks :)
0
Designed by PrettyLikely