Platform Freelance mana yang lebih unggul? Fiverr atau Upwork?

Hi! balik lagi di website ladyaga yang sering banget bahas tentang dunia kerja lepas (freelance), tips dan trik sukses mendapatkan cuan online. Semua yang penulis tuangkan dalam artikel disini berasal dari pengalaman pribadi penulis yang sudah 10 tahun melanglang buana di dunia maya termasuk di beberapa platform freelance. 

Beberapa platform freelance yang sudah penulis 'cicipi' yaitu Upwork, Guru, Freelancer.id, Sribu, Fastwork, PeoplePerHour, ComeUp dan Fiverr. Hampir semuanya sangat recommended untuk mendapatkan klien freelance. Namun, mari kita bahas soal mana yang lebih unggul?

Platform Freelance mana yang lebih unggul? Fiverr atau Upwork?

Fiverr VS Upwork mana yang lebih recommended?

Penulis dan suami adalah fulltime freelancer yang selain memanfaatkan sosial media untuk menggaet klien, kami juga fokus di platform freelance seperti salah duanya adalah Fiverr dan Upwork.

Meskipun sama sama marketplace yang mempertemukan klien dan freelancer (buyer and seller) dua platform tersebut memiliki sistem yang berbeda. Sehingga memiliki pasar dan keunikannya masing masing. 

Fiverr itu seperti online shop, tinggal posting saja jasa dan harga yang ditawarkan, jika ada buyer yang tertarik tinggal order. Sedangkan, Upwork itu sistemnya jemput bola alias ngirim proposal ke calon klien.

Baca artikel >>> Cara ampuh mempromosikan jasa freelance kamu di website ladyaga 

Mari kita bahas soal Fiverr!

Dilansir dari Wikipedia, Fiverr marketplace freelance yang didirikan sejak tahun 2010 yang asalnya dari Tel Aviv, Israel (*well, jika tidak berkenan skip saja, kita fokus ke peluang freelance saja bestie). Dimana kita bisa menawarkan jasa dalam bentuk Gig Fiverr mulai 5 dollar. 

Untuk mendaftar sebagai seller di Fiverr sangat mudah, cukup melampirkan data pribadi kamu yang REAL. Proses maksimal 3 hari sudah bisa listing gig fiverr dan mulai berjualan. 

Platform Freelance mana yang lebih unggul? Fiverr atau Upwork?

Wait, semua penghasilaan kita di Fiverr ada biaya admin 20% jadi misalkan dapat orderan 10 dollar ya kamu dapatnya hanya 8 dollar saja. Hal ini wajar karena biaya tersebut istilahnya biaya jasa Fiverr yang menjadi lapak jualan kita. 

Sistem di Fiverr itu seperti online shop, misalkan kita punya jasa desain maskot. Nah, kamu tinggal pasang saja portofolio dan harga yang kamu tawarkan di gig fiverr kamu. Contohnya untuk 1 desain maskot kamu menampilkan harga 10 dollar. 

Nantinya calon buyer akan datang dan order jasa kamu, jika mereka ingin negosiasi ya bakalan hubungi kamu di fitur chat.

Untuk pembayaran dan pencairan dana dari Fiverr ke Paypal sekitar 2 mingguan. Lumayan lama, tapi karena sudah terbiasa ya... biasa biasa aja sih hehe. 

Baca artikel >>> Mindset Menjadi Freelancer 

PRO TIPS: Sering seringlah online di Fiverr, jangan lupa install aplikasinya agar kamu bisa online kapan saja dimana saja, bisa memiliki potensi dilirik oleh calon buyer lebih besar.

Kerja Freelance di Platform Upwork

Jujurly, sebelum kenal Fiverr penulis lebih dulu masuk di Upwork. Untuk tampilan dan platformnya ini gak main main, totally formal dan kesannya kaku. Untuk mendaftar, prosesnya lumayan detail. Gak cuma melampirkan data tetapi ada WAWANCARA karena ingin menyamakan data dan wajahmu apakah robot atau alien.

Dulu penulis ya jawabnya cuma yes yes atau no saja karena keterbatasan bahasa inggris. Jangan khawatir, wawancaranya gak terlalu detail kok jadi aman aman saja. 

Platform Freelance mana yang lebih unggul? Fiverr atau Upwork?

Nah, untuk sistem di Upwork sendiri berbeda banget ketimbang freelance di Fiverr. Kita diharuskan untuk proaktif, mengirimkan PROPOSAL sendiri ke calon klien. 

Jadi ada orang lagi butuh jasa desain maskot, dengan budget 10 dollar. Nanti kamu bisa apply mengirimkan proposal dengan penawaran harga yang fleksibel. 

Tapi sayangnya, yang bisa kirim proposal gak cuma kamu, harus saingan juga dengan banyak freelancer di Upwork. Bisa jadi dalam 1 proyek ada 100 lebih freelancer dari penjuru dunia yang memperebutkannya. 

Namun, mengirim proposal ini dibatasi yah, namanya CONNECT. Yup! connect itu seperti poin untuk ngirim proposal, semakin banyak connect yang kamu berikan kamu akan mendapatkan peringkat teratas di tumpukan proposal calon klien kamu. 

TAPI, lagi lagi banyaknya connect yang kamu korbankan tidak menjamin kamu dapet proyeknya AWOKWOK😂 bisa jadi freelancer lain yang skillnya biasa, connectnya dikit malah lebih diminati calon klien.

Connect Upwork yang didapat itu terbatas dan di rolling tiap bulannya. Jadi kalau kamu gamau kehabisan connect, harus beli atau ambil upwork membership dengan membayar $14.99/ bulan. HADEUHH! mihil bingit ya bestie.

Namun, jika beruntung bisa dapet proyek yang lumayan besar dan kontrak jangka panjang. Penulis masih ingat, dulu mendapatkan kontrak hingga 4 tahun lebih dari proyek di Upwork. Karena memang platform ini serius banget.

Menurut Ladyaga, lebih unggul mana? Fiverr atau Upwork?

Sebetulnya setiap marketplace atau platform freelance itu punya pasarnya masing masing. Menurut penulis pribadi, Fiverr itu lebih fleksibel dan casual karena daftarnya mudah, sedangkan Upwork itu formal sekali dan keamanannya kuat.

Fiverr lebih cocok untuk pemula karena lebih mudah digunakan, tidak perlu mahir nulis proposal bahasa inggris. Bagi freelancer yang fokus di service kreatif seperti desain maskot, desain logo, video editing, dsb sangat recommended.

Upwork lebih cocok buat freelancer IT yang fokus di cyber security, developer, virtual assistant yang biasa di-charge per jam.

Platform Freelance mana yang lebih unggul? Fiverr atau Upwork?

Review jujur : Penulis lebih dulu menggunakan Upwork ketimbang Fiverr, tapi sayangnya sudah 1 tahun lebih tidak aktif di Upwork. Karena, ada sistem bidding connect yang menurut penulis tidak FAIR. Sudah menghabiskan connect yang bisa jadi berbayar, namun belum tentu mendapatkan proyeknya.

Jadi, belum apa apa sudah kepotong biaya connect + biaya admin. Meskipun sudah ada modalnya namun kurang efektif. Penulis sudah pernah membership Upwork selama 3 bulan tapi kurang bagus hasilnya. 

Sedangkan, Fiverr lebih fair karena freelancer pemula tidak langsung ditawarkan subscription, atau fitur promosi sebelum gig Fiverr-nya bekerja dengan baik. Bahkan ada fitur seller plus, namun sekali lagi fasilitas ini tidak semua seller bisa mendapatkannya. 

Yang menjadi sedikit kontra dengan Fiverr adalah sistem rolling, terkadang meskipun kita sudah menjadi Seller Level 2 bukan berarti gig Fiverr kita akan ditonjolkan di halaman pertama pencarian, karena maunya si Fiverr ini semua seller mendapatkan kesempatan untuk tampil di page number one. 

KESIMPULAN

Jadi menurut Ladyaga selaku penulis, teteup paling unggul ya Fiverr dong hehe...

  • Tampilan UI dan UX websitenya asik.
  • Saingannya fair, mau new seller atau top seller semua bisa dapet kesempatan.
  • Lumayan menjadi idola untuk para seller maupun buyer.

* Namun sekali lagi ini hasil pendapat pribadi penulis, karena setiap freelancer itu cocok cocokkan sukses di platform mana. Gak ada salahnya coba dibanyak platform agar bisa tahu mana yang cocok. 

Posting Komentar

0 Komentar