Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

10 Alasan Kenapa Saya Cocok Menjadi Online Freelancer

10 komentar

 10 Alasan Kenapa Saya Cocok Menjadi Online Freelancer | Perlu diingat bahwa menjadi freelancer online juga memiliki tantangan dan tanggung jawabnya sendiri. Pastikan Anda siap untuk mengelola waktu, membangun jaringan, dan mempromosikan diri secara efektif untuk berhasil dalam karier freelance online. Artikel ini akan memberikan wawasan, atau insight dari seorang freelancer yang bisa dikatakan sepuh (sudah menyelami dunia kerja freelance sejak 2012). Jadi yuk simak baik baikšŸ‘€ 

Semua pekerjaan itu menurutku kerenšŸ’„termasuk mengambil keputusan menjadi online freelancer. Tidak mudah untuk meyakinkan lingkunganku (terutama keluarga) untuk mengambil pekerjaan ini. Hingga sekarangpun (mungkin) emakku tidak paham apa yang aku dan suami kerjakan. Mereka hanya paham kita hanya bekerja didepan laptop dan dirumah saja. Mungkin bagi mereka kita tidak keren, but that's okay semua orang memiliki sudut pandang sendiri sendiri ya kan?.

10 Alasan Kenapa Saya Cocok Menjadi Online Freelancer

 Mengapa Saya Cocok Menjadi Freelancer?

First of all, i'm an ARIES. Which is, tidak suka diatur dan lebih suka mengatur. Hoahoahoahohaoh... aku control freak banget. Aku suka berkreasi dan membangun sesuatu dari awal, dan aku harus suka dengan ide tersebut. Seperti contohnya ketika aku masih kuliah tahun 2012, tetiba ada ide untuk coba bekerja freelance dengan menawarkan jasa ilustrasiku dengan mengirim DM Facebook ke calon klien. Motivasiku saat itu adalah ingin melihat seberapa banyak uang yang aku dapat dari jasa ilustrasi. And...voila! aku mendapatkan proyek pertamaku dari penerbit Malaysia seharga $300 *saat itu harga tersebut tinggi banget untuk mahasiswi seperti aku. 

Sejak kuliah hingga detik ini, aku tidak pernah punya pengalaman bekerja di perusahaan, ngantor, kerja 9 to 5. Aku tidak pernah menyesal dengan keputusan ini, dan bahagia karena aku mengerjakan suatu hal yang aku senangi hingga saat ini. 

Hingga saat ini setelah 10 tahun berlalu, aku masih melakukan pekerjaan yang sama (baca: pencari cuan online) dengan bidang dan pasar yang berbeda beda. Kenapa? karena aku tidak akan bisa bertahan jika terlalu idealis mengambil satu jenis pekerjaan yang sama. Mengingat trend pasar yang silih berganti, harga pasar jasa freelance yang selalu ada aja perubahannya. 

10 Alasan Kenapa Saya Cocok Menjadi Online Freelancer

Sambil merenung, aku ingin berbagi melalui artikel ini tentang 10 alasan kenapa saya cocok menjadi online freelancer. Semua berdasarkan pengalaman pribadiku dan data data yang aku kumpulkan secara mandiri. Silahkan disimak baik baik yahšŸ’‹

10 Alasan Kenapa Saya Cocok Menjadi Online Freelancer

10 Alasan Kenapa Kamu Cocok Menjadi Online Freelancer

  1. Lebih suka bermain didepan Gadget (Smartphone, Laptop, Ipad)
    jika kamu terbiasa main didepan gadget pasti lama kelamaan semakin nyaman dan ingin melakukannya terus menerus. Seperti aku, yang dari dulu suka main game di warnet. Tanpa kusadari awal mula suka dengan pekerjaan freelance online adalah mendapatkan 'inner peace' saat didepan laptop.
    10 Alasan Kenapa Saya Cocok Menjadi Online Freelancer
  2. Fleksibilitas waktu
    tidak semua orang cocok dengan bekerja 9 to 5 dari pagi hingga sore. Ada yang lebih fokus bekerja di sore ke malam hari dan jika diubah waktunya dari pagi ke sore hari malah lemas, tidak berdaya, dan stress. Contohnya saya, awal termotivasi menjadi freelancer adalah ingin bekerja dengan waktu yang fleksibel. Pernah suatu waktu pas kuliah, ada program magang yang mengharuskan bekerja dari pagi hingga sore. Beuh... tidak kuat bro, aku stress banget sampe ketiduran LOL. Tapi, bersyukur sekarang sudah lebih mending karena sudah mengerjakan berbagai pekerjaan dan harus membagi waktu.
  3. RISK TAKER
    seperti artikelku diatas, menjadi online freelancer bukanlah keputusan yang mudah. Kudu berani mengambil resiko, banyak banget loh resikonya. Karena namanya juga freelancer, kita tidak ada keterikatan dengan suatu perusahaan contohnya dikantor. Jadi begitu proyek dengan klien selesai, ya kamu harus cari lagi. Kadang bisa dapat klien dengan mudah, kadang harus mengangguršŸ˜“ menghadapi pandemi, resesi, klien kabur dll. Semua harus kamu atur sendiri, hadapi sendiri, promosi sendiri, berstrategi sendiri. Hayo...kamu bisa ambil resiko kah?.
  4. Mau Multitasking
    menjadi freelancer mau tidak mau harus bisa multitasking. Apalagi masih menjadi online freelancer pemula, harus berani multitasking. Mempromosikan jasa sendiri, membuat jadwal kerja, mengatur meeting dengan klien, belajar hal baru (misalkan bahasa inggris dan marketing), manage keuangan, membuat proposal, membuat invoice, membuat surat kontrak, balas chat klien dll. Pengalaman dulu saya juga begitušŸ‘€ sampe kena tipes, tapi alhamdulillah sekarang sudah punya team yang sudah bantu, jadi semuanya ter-manage dengan baik.
  5. Selalu KEPO dengan Ilmu baru
    kepo adalah koentji sukses. Jika kamu tipe orang yang kepoan, dan haus ilmu kamu sudah cocok menjadi online freelancer (*eh...canda). Jadi suka atau tidak menjadi online freelancer kudu mau mengikuti perkembangan jaman dan pasar. Misal kamu adalah penulis karya fiksi, biasanya hanya menulis di blog, tetapi sekarang sedang trend menulis di Wattpad atau karyakarsa. Masuklah ke platform tersebut dan buatlah karya masterpiecemu di platform tersebut. 
    Ada contoh yang lebih valid, misalkan Nagita Slavina wirausahawan yang sekarang menjadi Sultan Andara, mungkin aja duitnya udah luber luber. Sekarang dengan berkembangnya jualan dengan LIVE Tiktok, Nagita Slavina mau ikutin jaman dengan jualan di kanal LIVE Tiktok loh. 
  6. Kamu adalah sosok yang kreatif
    menjadi online freelancer sepertinya harus mampu kreatif, bagaimana menurut kamu?. Kreatif untuk mencari peluang cuan contohnya. Jika hanya mengalir saja mengikuti pasar, susah untuk menambahkan value untuk jasamu. Ya, harganya hanya segitu gitu saja karena bersaing dengan banyaknya kompetitor. Jadi tips dari aku, carilah hal yang diminati pasar saat ini dan tambahkan keunikan di jasamu.
    Contohnya sekarang bermunculan jasa curhat online, nah... kamu bisa tambahkan kreasi sedikit seperti: Jasa Curhat Online dari Sudut Pandang Orang Tua (*jika kamu sudah berkeluarga dan punya anak).
  7. Kamu cepat bosan bekerja ditempat yang sama
    jika kamu mudah bosan kerja disitu situ aja, lebih suka kerja di kafe, di penginapan, bahkan di gunung. Mungkin kamu cocok kerja jadi online freelancer. Lebih suka suasana pekerjaan yang variatif dan masih tetap fokus memang asik banget. 
  8. Ingin penghasilan lebih tinggi
    hmm... gimana yah kasih tahunyašŸ‘€banyak orang berpikiran menjadi online freelancer pasti pendapatannya lebih tinggi. Bisa jadi lebih tinggi jika kamu bekerja sebagai online freelancer dengan gigih. Strategi pemasaran sudah pas, sesuai dengan kualitas pekerjaanmu, mendapatkan klien yang fair, dan sesuai passion. Dijamin pendapatanmu akan lebih tinggi. Tapi faktanya, menjadi online freelancer itu sama saja seperti pedagang. Kadang sepi kadang rame, apakah kamu mampu menghadapinya?.
  9. Dapat mengendalikan diri
    Ini merupakan soft skill yang penting sekali dalam dunia freelance. Menjadi online freelancer itu banyak godaan. Pas pendapatan sedang meningkat, pasti akan tergoda dan jadinya kalap beli barang ini itu yang tidak penting. Sedangkan jika pendapatan sedang rendah malah ingin banting setir. Contoh burukku, aku tidak bisa mengendalikan diri sepenuhnya. Masih suka jajan dan foya foya ke hal yang tidak pentingšŸ˜¢meskipun sudah nabung dan berinvestasi, sempat kepikiran uangnya habis kemana aja.
  10. PERCAYA DIRI
    Percaya pada diri sendiri itu perlu banget, tidak mudah goyah dari hempasan hempasan kematian seperti: pendapat teman yang kadang negatif, dikatain orang lain pengangguran karena tidak jelas kerjanya dimana, diejek tetangga dikiran melakukan pesugihan, dll. Kamu harus percaya diri dengan menjelaskan pekerjaan kamu dengan santai. Percaya pada diri sendiri dapat memberikan afirmasi dan rejeki semakin lancar lohšŸ˜
    10 Alasan Kenapa Saya Cocok Menjadi Online Freelancer

Pernah diposisi 'hopeless' alias tidak ada harapan. Terutama saat heboh soal resesi ditahun 2022 kemarin. Ekonomi Amerika (*yang notabene klien utamaku) sedang bangkrut sehingga selama 3 bulan benar benar 0 orderan. Ditambah, semua berita dan konten kreator menyarankan kita untuk berhemat. Tambah KO lah saya. 

Untungnya aku dan suami sudah punya pegangan tabungan darurat, jadi masih bisa bertahan. Meskipun dalam hati ingin banting setir saja menjadi pekerja fulltime kantoran yang gajinya masih stabil. Eh, benar saja sekarang ini juga banyak perusahaan yang terkena dampaknya, dengan PHK karyawan bebarengan. Ternyata mau freelancer atau pekerja tetap juga sama saja resikonya. Klik untuk update terbarušŸ‘‰Info Freelance.

 10 Alasan Kenapa Saya Cocok Menjadi Online Freelancer | Nah, dari 10 poin diatas, berapa poin yang cocok dikamu nih?. Karena memang tidak semua orang cocok dengan pekerjaan online freelancer ya. Ada yang lebih suka kerja yang pasti pasti saja tanpa harus overthinking besok mau kerja apa. Sudah disusun rapih oleh perusahaan, pasti dapat asuransi dan gaji yang tetap. Semoga artikelku ini bisa menjawab kebimbanganmu yah, Good luck!. 

Gimana sudah mantap? yuk mulai kerja freelance dengan membaca artikelku inišŸ‘‰ 10 Hal yang Perlu Dipersiapkan untuk menjadi Freelancer.

 





Related Posts

10 komentar

  1. It's interesting to read your post. Thanks for sharing this good content. Keep sharing more blogs. Traffic Lawyer Brunswick VA

    BalasHapus
  2. Suka baca artikelnya. Meluaskan wawasan aku sebagai mamaknya anak DKV. Makasih ya Mbak Aga, sukses terus untuk pekerjaannya bareng tim.

    BalasHapus
  3. Buat sebagian orang kerja freelance gini bukan pilihan banget macam ga da status jelas gtu ya. Tapi bagi yg menjalani dan udab merqsa nyaman kerja tetep enjoy aja ya mbak yg penting management waktu dan keuangan harus jalan

    BalasHapus
  4. Apapun pilihannya, mau kerja dari jam 9 to 5 atau online freelancer, tergantung kesukaan dan kecocokan juga ya. Aku udh ngalamin keduanya, kerja kantoran membosankan tapi duitnya rutin. Sementara freelancer lebih dinamis karena bisa kerja dari mana aja. Cuma ya duitnya tergantung kondisi job yang masuk, hahahaha. Tapi untuk urusan keuangan, kedua profesi ini sama, kalo bisa atur keuangan pasti aman aja kok

    BalasHapus
  5. Aku dari 2017 resign gawean murni ngeblog allhamdulillah masih bisa jalan sampe sekarang. Semangat pekerja freelance

    BalasHapus
  6. Iya jadi freelancer itu banyak lika-likunya, sempat merasakan nih beberapa bulan job berkurang drastis dan writer block, rasanya luar biasa sekarang berusaha menata diri lagi dan mencoba peluang baru semoga dimudahkan langkah kita sebagai freelancer ya aamiinn

    BalasHapus
  7. Makasih sharingnya mbak Aga . Ternyata banyak suka duka jadi freelancer ya. Semangat untuk mbak2 blogger...sukses terus.

    BalasHapus
  8. Kita sesama pasangan freelancer yaa Agaa. Tapi bedanya aku ma suami tuh. Aku suka kerja sendiri dia sukanya bareng tim.

    BalasHapus
  9. Menarik nih artikelnya, jadi punya sudut pandang baru dari seorang freelancer yg memang menghasilkan, insightful dan juga paling wow saat baca aku Aries ga suka diatur! Aries emang leadershipnya kuat sih yaa

    BalasHapus
  10. In a world increasingly dominated by technology, gamers are finding their sweet spot in front of their beloved gadgets. Whether it's the immersive experience of a high-resolution monitor, the tactile feedback of a mechanical keyboard, or the lightning-fast response time of a gaming mouse, these gadgets are elevating the gaming experience to new heights. With gadgets as their trusty companions, gamers are delving into virtual worlds with unparalleled excitement and precision. It's a tech-savvy gamer's dream come true, and the gaming industry continues to innovate, ensuring that the world in front of gadgets remains the ultimate playground for players of all kinds. So, gear up and get ready to level up your gaming with the latest and greatest gadgets at your side!
    abogado de accidentes de moto

    BalasHapus

Posting Komentar