Friday, December 21, 2018

Alasan Memilih Jurusan Desain Komunikasi Visual

ALASAN MEMILIH JURUSAN DESAIN KOMUNIKASI VISUAL

Banyak sekali para remaja lulusan SMA/SMK bingung memilih jurusan mata kuliah karena adanya beberapa pertimbangan dan beberapa faktor yaitu letak kampus, budget, dan kualitas kampus (ter-akreditasi atau tidak). Selain itu pengaruh lingkungan salah satunya adalah orang tua, karena orang tua yang biasanya berperan sebagai sumber dana kuliah anaknya. Ketika memilih jurusan, baik sang anak maupun orang tua memiliki pertanyaan seperti ini: 

"Apakah jika aku memilih jurusan ini, ketika lulus bisa langsung bekerja?"

" Aku ingin ikuti keinginan ortu masuk jurusan itu, tapi aku takut ketika kuliah malah berasa salah jurusan, jadi aku harus gimana?"

"Apakah anakku jika memilih jurusan itu akan sukses? mana biaya alat dan kuliahnya mahal"

Hmm... hal ini pula yang menjadi dilemma-ku saat lulusan SMA. Kebetulan dari SMP aku masuk kelas favorit dimana dalam kelas tersebut adalah kumpulan anak anak berprestasi di segala mata pelajaran. Ketika SMA aku masuk kelas IPA dan berambisi sekali untuk menduduki juara 1 di kelas. Hingga pada akhirnya kelas 3 SMA aku mulai bingung.

Sebetulnya apa sih yang menjadi passion ku? 
apa sih yang ingin aku gapai di hidupku?

Sedangkan dari kecil aku tinggal dengan kakek nenek. Kakek adalah dosen kimia dasar di Universitas Negeri Semarang. Beliau berambisi sekali agar nilai sains dan matematika ku bagus. Kuliah di ke perawatan, jurusan sains, dan jurusan yang berkaitan dengan IPA. Tapi aku memutuskan untuk masuk ke jurusan Seni Rupa DKV UNNES, dan hanya dalam satu kali tes, aku bisa masuk dengan mulus disana. 

Sesungguhnya ketika aku masuk Seni Rupa DKV, orang tua dan keluargaku yang mayoritas bekerja di suatu perusahaan, keguruan, dan pemerintah lumayan kaget. Ada yang pro, ada yang kontra. Apalagi bapakku yang menilai jika masuk di dunia kreatif seperti ini aku tidak akan pernah sukses, dan lingkungan seniman itu buruk, kotor, dan kriminal.

Tapi aku tetap memilih untuk masuk jurusan itu, karena aku merasa, aku akan sukses di jurusan tersebut. (optimis mode on)

Tapi kemudian, ketika memasuki semester 5 keatas, aku ngerasa gagal ditengah jalan. Merasa, kok kayaknya aku gak cocok di jurusan ini. Nilai semesteran anjlok semua, dapat nilai C banyak. Apalagi mata kuliah fotografi dan nirmana. Di tambah melewati semester 8 keatas fyuhh,, udah engap. Kuliah rasanya susah. Pengen mundur, DO tapi gimana lagi ini pilihanku. Seharusnya aku tanggung jawab.
(Yang mau ngepoin aku gimana prosesnya, nanti aku ceritain detail di artikel selanjutnya yah)

Hingga akhirnya aku lulus di semester 14..... wuzzzz!!! nyaris DO. 
But, its okay nilai IPK ku 3 koma lah. Not bad hehe...
Dan dapat plus plus dong. Aku dapat gelar mahasiswa berprestasi internasional dari pak Rektor hehe.
Gak cuma itu, setelah lulus aku lolos join program au pair ke China dan bisa kuliah bahasa gratis.
Gak cuma itu, sekarang aku punya usahaku sendiri, namanya Gagestudio dan memiliki 6 karyawan

Jadi,

untuk adek adek yang baru lulus SMA/SMK, lakukanlah yang kamu suka selama itu positif dan kamu mampu bertanggung jawab dengan segala resikonya. Kejar terus, dengarkan pendapat dan saran orang lain secukupnya, lalu D.I.Y ( do it by yourself). Hidup itu bukan soal uang doang, tapi soal hati. Jika kamu hidup dengan senang, mengambil jurusan yang kamu suka, bekerjapun jadi lebih ringan, rejeki akan mengikutimu :) (mooooootiiiiivaaasiiiii.....)

Pendapat saya untuk orang tua, mungkin bisa memberikan kebebasan anak untuk memilih jurusan. Kalaupun tidak mampu, bisa mengikuti tes bidikmisi atau beasiswa lain. Karena menurut saya setiap orang memiliki hak nya masing masing untuk menentukan jalur hidupnya dan menggapai cita citanya. Saya yakin, jika ada kemauan, disitu ada (moooootiiiivaaasiiii.... lagi)

Lalu bagaimana jika anak memilih jurusan Desain Komunikasi Visual?.
Pasti banyak yang bingung dan ragu baik untuk anak dan orang tua, berikut aku jabarkan (pemikiran saya) mengapa memilih jurusan Desain Komunikasi Visual:




PASSION MAKE YOU FEEL ALIVE
Aku lihat banyak calon mahasiswa mengambil jurusan DKV karena hobi gambar, hobi melukis, fotografi, atau suka di dunia kreatif. Padahal sebetulnya DKV nggak cuma soal gambar melulu, namun juga pemecahan masalah (problem solving), kreatifitas mencari solusi untuk pelanggan, produk, atau jasa lain. Jadi bagi kamu yang gak bisa gambar, bisa aja masuk DKV. Jika kamu memang senang dengan jurusan ini, ya ambil saja. Kalau memang tidak mampu, bisa mengajukan beasiswa ke beberapa universitas yang ada jurusan DKV.
Aku ngerasa sekarang ini, bekerja sebagai ilustrator itu seperti bermain. Hati senang, klien/pelanggan pun senang. Disaat laris, rasanya senang banget. Disaat sedang prihatin, belum ada pemasukan, masih bisa senang. Menghibur diri dengan bikin ilustrasi lagi, syukur syukur bisa buat portofolio.


  A THOUSANDS JOB OUT THERE FOR YOU
"Kuliah jurusan Desain Komunikasi Visual kalau lulus mau jadi apa?"
Pertanyaan tersebut sering di lontarkan dari orang tua maupun calon mahasiswa, bahkan para mahasiswa DKV yang merasa tersesat, alias salah jurusan karena mungkin pas kuliah gak bisa nggambar atau merasa gagal di mata kuliah apapun. Hey! wake up guys! banyak kok jenis pekerjaan yangs sesuai jurusanmu. Berikut listnya:
  • Bagi yang suka melukis, menggambar karakter, manusia, atau kartun bisa bekerja sebagai Ilustrator, ilustrator pun masih bisa dibagi menjadi beberapa jenis yaitu ilustrator karakter, storyboarder, ilustrator buku anak, ilustrator editorial, ilustrator vector, ilustrator majalah, dll.
  • Bagi yang suka desain grafis, logo, bikin icon, atau yang sering pegang adobe illustrator, Corel Draw, bisa jadi desainer grafis, UI (User Interface) Designer, Vector Artist, Logo Designer, dll.
  • Bagi yang suka bikin animasi bisa kerja jadi animator, white boards presentation animator yang lagi hits di Youtube, animator untuk content creative di Instagram, dll.
  • Bagi yang suka di fotografi, bisa jadi fotografer freelance, di studio fotografi, Fotografer Produk, Fotografer Model, dll.
  • Bagi yang suka bikin video, bisa jadi videografer di suatu perusahaan, videografer untuk para Youtuber, atau bikin konten video sendiri dan bekerja secara profesional di Youtube.
  • Bagi yang tidak terlalu bisa menggambar, bisa jadi UX (User Experience) designer (nanti saya jelaskan di artikel selanjutnya), bisa jadi Content Creator, Photo Editing, Art director,dll.
  • Dan masih banyak lagi, suerrr...!!
Dan semua itu tergantung dengan passion kamu, dan usaha dalam mencari pekerjaan. Tentu saja yang malas, akan kalah dengan orang yang terbatas tetapi rajin :)


FLEXIBLE JOB
Yap! mengapa aku pilih jurusan DKV? karena aku bisa bekerja dengan fleksibel. Bahkan ketika semester 5 aku bisa bekerja dan kuliah. Tidak perlu ke kantor, tidak perlu mandi, bekerja di kos an juga bisa. Waktu itu bikin ilustrasi buku sains untuk penerbit jakarta selama 2 tahun. 
Bagi kamu yang berniat berwirausaha atau freelancer, jurusan ini cocok untuk kamu. Di era digital dan ekonomi global saat ini, kita bisa bekerja secara bebas dimana saja, di dalam ataupun luar negeri. Banyak platform website yang membutuhkan jasa kita seperti Upwork.com, Freelancer.com, Creasi.Id, Guru.com, dll.
Kamu bisa memilih home-based-job, online-job, dan sejenisnya. Kamu bisa kerjakan sendiri dirumah dengan sistem gaji per jam, per desain, atau per bulan. Bikin dimana sajapun juga bisa, di pantai, di kamar, di rumah mertua, pokoknya dimana saja asalkan ada internet pasti bisa kerja.
Jika ditambah dengan kemampuan bahasa inggris, kamu pasti bisa bekerja dengan pihak asing dengan mudah. Gaji biasanya akan dikirim melalui Paypal atau direct bank. 
Jika benar benar ingin memulai semuanya sendiri, kamu bisa bikin portofolio sendiri baik itu animasi, ilustrasi, video, foto, dll. Kamu unggah ke internet, kamu jual melalui platform website jual beli aset online seperti Shutterstock, Freepik, atau Istock.


Semoga artikel ini bermanfaat, dan menjawab pertanyaan adek adek dan orang tua.
Untuk lebih detailnya bisa kita japri lewat email :)
Semangat yah.


Love,
Aga

28 comments :

  1. Baru tahu DKV mbak, terima kasih banyak infonya.

    ReplyDelete
  2. dulu jaman lulus SMA pengen banget masuk DKV tapi ndak dapat restu, trus pengen ganti jurusan tapi ndak jadi..hehehe..akhirnya cuma sekedar corat coret aja sekenanya..kereen mba gambar2nya

    ReplyDelete
  3. Wah baru tau ternyata orang ga pinter gambar juga bisa masuk dkv ya mba .

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya benar, asal kreatif aja bisa kok... :)
      Makasih sudah berkunjung

      Delete
  4. Ternyata luas juga ya mbak DKV itu. Orang tua hrs mulai buka mata, kreativitas skrg dibutuhkan ya ngga melulu sains

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iyah setuju... Makasih komen positifnya mbak Lulu

      Delete
  5. Seni tuh emang selalu dipandang sebelah mata sama yang ga paham. Semoga lebih banyak lagi yang baca ini biar tau...

    ReplyDelete
  6. menarik ya kalo jadi pekerja seni... mantapp

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kamu juga bakal bekerja di bidang kreatif, semangat PKLnya Feb

      Delete
  7. Anakku udah sejak SMA, pengen kuliah di dkb. Ya ortu bisanya support aja dengan materi dan doa. Senang melihat lulusan DKV seperti Aga, udah sukses dengan passion nya. Semangat selalu yaaa, makasih udah sharing, agar lebih banyak ortu yang mendukung apapun passion anaknya

    ReplyDelete
  8. ponakanku ada yang masuk DKV, desainnya bagus sih, beda sama tantenya ini yang susaaaah ngegambar hahahah

    ReplyDelete
  9. Waah mantap sekali, sangat menginspirasi..

    ReplyDelete
  10. Waah mantap sekali, sangat menginspirasi..

    ReplyDelete
  11. Wah kudu dibaca sepupuku nih baru lulus sma dan pengen masuk design kuliahnya :)

    ReplyDelete
  12. Hai Aga... Salam kenal ya.. dulu aku juga punya impian malah kuliah ya jurusan broadcasting. Tp sma bapak ditolak karena ya gtu gtu lah "nanti kamu mau jadi apa?". Pdhl jika dilihat memang skrg ini dunia lebih membutuhkan orang2 kreatif dengan karya2 yang keren. Makanya aku sendiri setelah punya anak sebisa mungkin tidak mematok harus begini harus begitu .Biar sesuai passionnya aja.

    ReplyDelete
  13. Aku ni terjerumus ke jurusan Manajemen yang banyak hitungannya, tersiksa, nyesel kenapa ngga milih sastra, HI atau komunikasi yang jadi passionku, tapi ternyata di situ aku ketemu jodoh wkwkwk

    ReplyDelete
  14. Setuju banget, kalau kita menjalani segala sesuatu sesuai passion kita pasti akan lebih ringan menjalani dan mempertanggungjawabkannya semangat selalu ya..suka gambar-gambarnya mbak aga :)

    ReplyDelete
  15. Daku pernah kuliah komunikasi udah 7 semester,tinggal KKN gak ku lanjutin...hihi...

    ReplyDelete
  16. Eh bahkan ada tempat buat yg ga terlalu bisa menggambar seperti aku ya..

    ReplyDelete
  17. Aih...angkat aku jadi muridmu kakakkk.
    Btw ...kenalin sama darling diatas dunkkk..😉😉

    ReplyDelete
  18. Ciamik tulisannya mbak...lam kenal...anakku juga suka nih kayaknya jurusan ini

    ReplyDelete

Designed by PrettyLikely