Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Labuan Bajo, Honeymoon Favorit Selebgram

Posting Komentar
Labuan Bajo

LABUAN BAJO

Labuan Bajo, Desember 2020 adalah momen bahagia bagi keluarga kecil kami, honeymoon sekaligus menutup tahun dengan berlibur ke Labuan Bajo. Kebetulan saat itu musim penghujan, kami sempat pesimis karena musim hujan merata hampir disemua wilayah di Indonesia. Padahal sudah booking dari bulan agustus 2020. Tapi karena tidak mau meninggalkan kesempatan emas ini, kita gaskeun saja berangkat ke Labuan Bajo.

Berbekal surat keterangan sehat PCR, badan yang sehat, dan uang saku secukupnya kita berangkat naik kereta dari Semarang ke Jakarta. Setelah itu lanjut naik pesawat Citilink ke Labuan bajo langsung. Sepanjang perjalanan kita berdoa, semoga selamat sampai tujuan dan tidak hujan.
Ternyata tidak butuh waktu lama, hanya 2 jam 30 menit saja sampai di Bandara. Langsung dijemput travel ke Hotel. Ternyata saat itu, di Labuan bajo sedang renovasi jalan dan bangunan, jadi kanan kiri isinya cuma bangunan belum jadi dan gundukan tanah. Kesannya, hening tidak terlalu banyak turis disana.
Sampai di Hotel kita disuguhkan pemandangan pinggir pantai Labuan Bajo beserta pulau pulau kecil disekitarnya, sayangnya langit masih terlihat mendung. Dalam hatiku,


"Ya Allah, semoga besok terang benderang agar kita bisa menikmati wisata dengan senang dan damai,amiin".

Suamiku terlihat senang sekali, aku baru ingat ini kali pertama dia naik pesawat. Pasti menjadi pengalaman terbaik baginya, akupun juga bahagia. Kamar kami begitu luas, bersih dan romantis bertaburkan bunga mawar. Bagi yang tidak biasa, bakal deg degan ada bunga tabur diatas kasur malah jadi horror.

Hari yang Indah dan Menegangkan

Keesokan hari tepat jam 5 pagi kami sudah bangun dan bersiap memulai perjalanan hari ini, pemandu dan supir sudah tiba menjemput kami menuju ke pelabuhan mini. Kebetulan dekat pelabuhan ada pasar ikan yang menjual jajan pasar dan makanan ringan. Ternyata dengan 10 ribu saja bisa mendapatkan satu bungkus nasi kuning lengkap dengan ayam goreng dan suwiran telur, enak dan murah banget. Sebelum berangkat sempat ada salah paham, karena kapal yang kita harapkan tidak sesuai dengan foto wkwwk. Tapi, syukurnya perbedaannya cuma dibagian cat dan ruang gantinya saja. Sisanya, kukira baik baik saja, ada pelampung dan terlihat aman. Problem are solved, dan setelah berdoa Cusssss... kita berangkat.

PULAU PADAR

Allah dan semesta mendukung kita hari ini, selama perjalanan langit cerah terang benderang, tujuan pertama kami adalah Pulau Padar yang terkenal dengan pemandangan 7 pantai di kepulauan Flores. Setelah sampai, seperti biasa petugas keamanan disana tetap mewajibkan kami mengikuti protokol kesehatan dengan memakai masker. Kulihat disekitar, ada beberapa turis asing dan domestik yang berjalan berlawanan arah, sepertinya mereka menyelesaikan petualangan hari ini dengan bersusah payah, terdengar dari suara napas mereka yang ngos ngosan.

Dalam hatiku berdebar debar hebat, jangan jangan tempatnya bakal tinggi banget, mana aku pake dress.
Tapi tenang, aku pake celana hotpants didalam dan sepatu sport. Aku kudu bisa ditantangan pertama ini.
Dan ternyata benar saja, kami kudu HIKING ke 1000 lebih anak tangga, YAAA ALLLAAAHHHH...
aku dan suami sudah pesimis banget, apakah bisa sampai ke puncak? kita sama sama obese, apakah aman bagi kaki kita? sudah overthinking duluan.
Tetapi dengan bismillah, kita coba keatas dengan perlahan.

20 anak tangga...sudah ngos ngosan tapi masih bisalah keatas...
50 anak tangga berlalu... sepertinya nyerah deh disini saja, kalau keatas takut jatuh...
100 sekian anak tangga... suami mendorongku ke atas dan selalu support aku,"sayang, kamu pasti bisa!". 

Iya juga, kupikir aku sudah jauh jauh kesini mosok enggak mau sampai kepuncak?.
Akhirnya beberapa menit kemudian kita sampai ke puncak. Sejujurnya, dalam hidupku, pendakian tertinggi dan yang pertama adalah puncak di Pulau Padar lol😝aku benci banget kalo kudu naik naik gunung atau tangga apapun itu. Pemandangan dipuncak Pulau Padar istimewa sekali, indah dan terlihat unrealistic. Tidak bisa kutuliskan dengan kata kata, kamu harus kesana dan buktikan.
Pulau Padar
Foto bersama keluarga di puncak pulau padar

Kami diatas berselfie ria, dengan pose pose bangga sudah menaklukan satu destinasi wisata💗
Setelah puas kami turun kebawah dengan perlahan, ada beberapa turis yang keatas dan kita bantu mereka untuk tetap semangat,"Yuk bisa yuk, bentar lagi sampai, diatas pemandangannya indah loh".
Sama seperti perjalanan menaiki anak tangga, ternyata kebawah juga lumayan ngos ngosan menahan beban dari lemak sendiri. Setelah kita sampai di kapal lagi, makan siang dan lanjut ke destinasi lainnya.

Tips Outfit Pulau Padar:

  • Pakai baju yang bahannya menyerap keringat, adem.
  • Kalau mau pakai dress boleh, tapi jangan yang terlalu panjang, bahaya.
  • Pakai footwear yang sporty, sepatu kets, sepatu sandal boleh, yang nyaman dan kuat.
  • Pakai topi/selendang untuk melindungi kepala, biar gak pusing kena panas.
  • Pakai sunblock cyiiin, biar gak item.
  • Bawa minum dan makanan kecil untuk bekal.

PINK BEACH

Destinasi kami selanjutnya adalah Pantai Pink alias Pink Beach, walau waktu itu siang hari dengan posisi matahari diatas ubun ubun, kita masih excited banget💋sumpah ini indah nian pemandangannya. Pasirnya berwarna pink dan air lautnya hijau tosca, warna pink muncul dari remah remah coral algae.
Pas kaki pertama kali nyemplung, rasa airnya sangat hangat, pasirnya pun lembut seperti slime.

Rasanya mo nangis, terharu sekali😊😌
suami langsung turun berlarian bermain pasir dan air
tidak bosan bosannya kami bersyukur dengan pengalaman ini, berpelukan dan menari seperti filem bollywood, aku kajolnya suami jadi shakh rukh khan LOL😱.

Pastinya kita tidak mau ketinggalan momen indah ini, ratusan foto dan video kita kumpulkan.

Pink Beach
Detik detik sebelum gempa lokal terjadi

Kita bersyukur banget, disini tidak ada turis lain selain kita. Berasa lebih private, sepi euy💕

Tips Romantis di Pink Beach:

  • Boleh nih ganti outfit ala selebgram gituh, yang lebih glamour.
  • Bekal drone atau kamera DSLR biar fotonya mantep.
  • Jangan khawatir disana ada penjual minuman dan soda, harga 10ribuan.
  • Kalau mau berenang tipis tipis juga bisa.


PULAU KOMODO

Waktu menunjukkan hampir mendekati ba'da ashar, dan kami lanjut ke destinasi berikutnya Pulau Komodo, tapi tidak tahu kenapa nih diriku tidak terlalu excited dengan ini karena maklum, parnoan😅 gegara sering nonton National Geographic yang mempertontonkan bagaimana seramnya Komodo yang katanya sih, dengan air liurnya saja bisa sangat mematikan. 

Setelah berjalan lumayan panjang di jembatan pelabuhan mini, kita disambut pemandu alam yang badannya kekar kekar. Kostum mereka persis banget karakter pemandu wisata yang di Tintin ala ala boyscout gitu lengkap dengan tongkatnya.

Berbeda dengan destinasi sebelumnya yang dominan dengan pesisir pantainya yang indah, Pulau Komodo lebih MENCEKAM menurutku wkwkwkw. Biasanya yang berjemur dipantai bule bule putih, lah disitu yang boleh berjemur cuma komodo-nya dong!, lah masa iya kita berjemur disana, auto jadi makan siangnya mereka.

Oh iya, ada banyak juga burung GAGAK hitam yang terbang dan bersarang dipepohonan rindang. Suaranya koak koak koak persis di filem filem tema Halloween. *Maap nih ye, aku orang visual jadinya apa apa aku bandingin sama gambar atau filem wwkwkwk.

Misi kita adalah melihat komodo di beberapa tempat titik, dan tentu saja dengan peraturan yang ketat.
  • Harus berjalan bersama pemandu, jangan lari larian sendirian.
  • Jangan berisik ketika didekat Komodo, mereka suka ketenangan.
  • Wanita yang sedang datang bulan sebaiknya jangan ikutan, karena komodo sensitif bau darah.
  • Jangan alay pokoknya dengan gerakan mendadak, baju yang bling bling💫
Komodo National Park
Depan gerbang Komodo National Park

Selama perjalanan menuju hutan, banyak anak anak komodo yang sliweran, ku yakin banget mamaknya pasti ada didekat mereka. Dan benar saja, ada satu komodo besar didepan kita lagi chilling. Kayaknya habis makan kekenyangan terus rebahan. Pak Pemandu bilang, "kalau mau selfie dengan komodo silahkan". Weeittss!! it's a big NO for me, jangankan selfie, berdiri dijarak 1 meter dari doi saja ku tak mampu. Rasanya pengen kabur saja😩

Setelah petualangan kita selesai, kebetulan perbekalan habis, akhirnya mampir disebuah warung yang jual es kelapa, kopi, dan jajanan. Penjualnya ramah ramah dan asik💓 sayangnya, burung gagak yang kelaparan sering mampir dan mencuri dagangan mereka. Jadi kita yang nongkrong di warung ikutan was was, jangan sampe nih es kelapaku dipatok gagak.

Setelah santai diwarung, kita semua kembali ke kapal. Energi sudah mulai berkurang, badan mulai lemas dan kaki mulai pegal pegal. Tujuan kita selanjutnya adalah diving berenang bareng ikan dipulau sebelah, aku lupa namanya pulau apa😓

Waktu diperjalanan, langit mulai mendung dan ombak semakin besar menggoyangkan kapal kami. Guncangan bikin perutku bergejolak, tapi masih bisa ditahan sampai destinasi selanjutnya. Ya, aku coba menyelam.

Tapi sepertinya skip dulu, karena baru nyemplung aku sudah panik gegara kedalaman lautnya yang 2 meter lebih. Sungguh tidak keren pokoknya.



BLACK MANTA

Ditengah ombak yang besar bergejolak, kita melihat sekumpulan Manta Hitam yang lewat didekat kapal. Ukurannya besar sekali mungkin sekitar 2 ubin, warnanya hitam terlihat misterius seperti mantan. Eh!

Yup! ini pertanda perjalanan kita akan berakhir, tinggal pulang saja kembali ke Hotel Labuan Bajo.

Perjalanan pulang lumayan MENANTANG!!
Menegangkan sekali, hujan badai dan ombak seperti mencoba menggulingkan kapal. Kita bersiap pakai pelampung lagi. Nahkoda kelihatan sekali panik😖 kita cuma bisa menyemangati dan berdoa semoga semua baik baik saja.

Keadaan suamiku sudah panik, ini kali pertamanya juga naik kapal. Dia berdiri sambil melotot waspada. Katanya takut muntah dan mual, bahkan aku tawarkan makan juga tidak mau. 

Semakin lama, ombak semakin besar, air masuk ke deck kapal. Jarak pandang juga berkurang, entah apa yang dibicarakan oleh nahkoda dan pemandu kita. Sang nahkoda yang panik teriak dengan keras,

"Kalau di laut kau jangan sombong, hei manusia!"
"Hanya Tuhan dan laut yang tahu!"


Aku mencoba memejamkan mata, dan mengosongkan pikiran agar jangan berpikir yang tidak tidak. Semoga Allah menyelamatkan kami. Dan akhirnya kita melihat pulau tempat singgah kami, hujan mereda, ombak perlahan menjadi jinak. Kita mendarat dengan selamat didataran yang sudah mengering. Alhamdulillah.

Itulah akhir ceritaku liburan ke Labuan Bajo bersama suami dan keluarga. Kalau ada yang pengen banget kesana pastikan sedia budget 5-7 juta perorang, sewa jasa perjalanan juga recommended sekali. Banyak yang murah💓





Related Posts

Posting Komentar