ALASAN MEMILIH JURUSAN DESAIN KOMUNIKASI VISUAL
Banyak sekali adik adik lulusan SMA/SMK bingung memilih jurusan mata kuliah karena adanya beberapa pertimbangan dan beberapa faktor yaitu letak kampus, budget, dan kualitas kampus (ter-akreditasi atau tidak). Selain itu pengaruh lingkungan salah satunya adalah orang tua, karena orang tua yang biasanya berperan sebagai sumber dana kuliah anaknya. Ketika memilih jurusan, baik sang anak maupun orang tua memiliki pertanyaan seperti ini:
"Apakah jika aku memilih jurusan ini, ketika lulus bisa langsung bekerja?"
"Aku ingin ikuti keinginan ortu masuk jurusan desain komunikasi visual, tapi aku takut ketika kuliah malah berasa salah jurusan, jadi aku harus gimana?"
"Apakah anakku jika memilih jurusan itu akan sukses? mana biaya alat dan kuliahnya mahal"
Sebetulnya apa sih yang menjadi passion ku?apa sih yang ingin aku gapai di hidupku?
Sedangkan dari kecil aku tinggal dengan kakek nenek (sudah almarhum sekarang). Kakek dulunya dosen kimia dasar di Universitas Negeri Semarang. Beliau berambisi sekali agar nilai sains dan matematika ku bagus. Berharap setelah aku lulus SMA aku kuliah dijurusan yang berkaitan dengan IPA seperti fisika, kimia, jadi setelah lulus bisa langsung jadi dosen seperti kakek. Tapi aku memutuskan untuk memilih jalanku sendiri dengan masuk ke jurusan Seni Rupa DKV UNNES, syukurlah hanya dalam satu kali tes, aku bisa masuk dengan mulus disana.
PASSION MAKE YOU FEEL ALIVE
Aku lihat banyak calon mahasiswa mengambil jurusan DKV karena hobi gambar, hobi melukis, fotografi, atau suka di dunia kreatif. Padahal sebetulnya DKV nggak cuma soal gambar melulu, namun juga pemecahan masalah (problem solving), kreatifitas mencari solusi untuk pelanggan, produk, atau jasa lain. Jadi bagi kamu yang gak bisa gambar, bisa aja masuk DKV. Jika kamu memang senang dengan jurusan ini, ya ambil saja. Kalau memang tidak mampu secara materi, bisa mengajukan beasiswa ke beberapa universitas yang ada jurusan DKV. Banyak sekali program beasiswa seperti bidikmisi, perusahaan, dan penelitian. Ajukan saja, pantang mundur.Aku rasa sampai detik ini, bekerja sebagai ilustrator itu seperti bermain. Hati senang, klien/pelanggan pun senang. Disaat laris, rasanya senang banget. Disaat sedang prihatin, belum ada pemasukan, masih bisa senang. Menghibur diri dengan bikin ilustrasi lagi, syukur syukur bisa buat portofolio.

A THOUSAND JOB OUT THERE FOR YOU
"Kuliah jurusan Desain Komunikasi Visual kalau lulus mau jadi apa?"
- Bagi yang suka melukis, menggambar karakter, manusia, atau kartun bisa bekerja sebagai Ilustrator, ilustrator pun masih bisa dibagi menjadi beberapa jenis yaitu ilustrator karakter, storyboarder, ilustrator buku anak, ilustrator editorial, ilustrator vector, ilustrator majalah, dll.
- Bagi yang suka desain grafis, logo, bikin icon, atau yang sering pegang adobe illustrator, Corel Draw, bisa jadi desainer grafis, UI (User Interface) Designer, Vector Artist, Logo Designer, dll.
- Bagi yang suka bikin animasi bisa kerja jadi animator, white boards presentation animator yang lagi hits di Youtube, animator untuk content creative di Instagram, dll.
- Bagi yang suka di fotografi, bisa jadi fotografer freelance, di studio fotografi, Fotografer Produk, Fotografer Model, dll.
- Bagi yang suka bikin video, bisa jadi videografer di suatu perusahaan, videografer untuk para Youtuber, atau bikin konten video sendiri dan bekerja secara profesional di Youtube.
- Bagi yang tidak terlalu bisa menggambar, bisa jadi UX (User Experience) designer (nanti saya jelaskan di artikel selanjutnya), bisa jadi Content Creator, Photo Editing, Art director,dll.
- Dan masih banyak lagi, suerrr...!!
Jangan pernah batasi dirimu, harus ini harus itu. Kalau ada peluang GASKEUNN!
FLEXIBLE JOB
Sebelum pandemi, bahkan sebelum WFH itu dikenal banyak orang. Aku sudah mulai WFH WFA, kadang di kosan kadang pindah pindah dari kafe satu dan kafe lainnya. Yang penting ada koneksi WIFI yang cepat. Asik kan?
Bagi kamu yang bercita cita ingin selalu bebas kerjanya bisa memilih kuliah jurusan Desain Komunikasi Visual. Apalagi kalau mau kerja jadi digital nomad, kerjaan sebagai freelancer sungguh menjanjikan. Introvert friendly tanpa bertemu dengan banyak orang, tanpa bersaing dengan teman kerja dll. Semua kamu kendalikan sendiri.











Social Media