Lulusan Seni Rupa DKV Universitas Negeri Semarang menjadi Fulltime Freelancer

Ayo kenalan dengan para jago desain grafis dan visual yang telah menyelesaikan pendidikan sarjana di Universitas Negeri Semarang! Mereka adalah lulusan jurusan seni rupa prodi desain komunikasi visual, yang sudah dilatih dengan keterampilan dan pengetahuan untuk menjadi seorang desainer kreatif yang handal.

Mereka belajar konsep dasar desain, teknik komunikasi, estetika visual, dan teknologi desain selama masa studinya. Mereka juga diberi kesempatan untuk memperluas keterampilan mereka dalam industri kreatif, seperti fotografi, ilustrasi, dan animasi.

Setelah lulus, para desainer grafis ini memiliki banyak peluang karir menarik di berbagai bidang, seperti periklanan, media massa, desain produk, dan lebih banyak lagi. Mereka juga dapat menjadi freelancer atau memulai bisnis mereka sendiri dalam bidang desain grafis. Dengan keahlian dan pengetahuan yang diperoleh selama studi, lulusan jurusan seni rupa prodi desain komunikasi visual Universitas Negeri Semarang siap untuk memberikan kontribusi besar pada industri kreatif IndonesiaπŸ‘‡πŸ‘‡

Lulusan Seni Rupa DKV Universitas Negeri Semarang menjadi Fulltime Freelancer

Kuliah Seni Rupa di Universitas Negeri Semarang Memberikan Kami Wawasan dan Menjadi Freelancer Fulltime Sukses!

Mungkin banyak para orang tua dan calon mahasiswa bimbang memilih jurusan kuliah yang tentu saja memenuhi passion juga. Hobi menggambar, hobi berkreasi, melukis, membuat patung, dan lain lain ternyata juga bisa membawa diri kita ke masa depan yang lebih baik dan mandiri.

Namun memang perlu diperhatikan bahwa untuk menjadi sukses memiliki banyak faktor, seperti kerja keras, rajin belajar, dan pandai berkomunikasi tentunya. Sisanya kita serahkan kepada Tuhan! God do the rest.

Pengalaman Kuliah di Jurusan Seni Rupa Prodi DKV Universitas Negeri Semarang 

Ladyaga ( Aga Rahmadani) alias diriku sendiri yang biasa ngetik artikel ini, adalah lulusan seni rupa prodi dkv Universitas Negeri Semarang. 2010 menjadi momen bahagia karena mendapatkan kesempatan untuk kuliah di Universitas Negeri Semarang.

Ekspektasiku ketika masuk dijurusan Seni Rupa DKV ini adalah langsung pegang laptop dan praktek desain. Eh! ternyata banyak sekali yang harus dipelajari, apalagi seni rupa yang tradisional seperti seni lukis, seni gambar dan sketsa, prespektif, nirmana, seni patung, bahkan seni ukir.

Semester awal memang capeknya setengah mati karena banyak praktek seni rupa tradisional, meskipun ada kok mata kuliah fotografi dan desain komunikasi visual.

Setelah semester pertengahan sampai akhir lebih fokus ke desain, animasi, fotografo, dan branding. Keren banget sih, aku suka banget sampe lanjut jadi mahasiswa legend alias lulus lama lolπŸ˜‚

Menjadi Fulltime Freelancer Sejak Kuliah hingga Lulus dari Seni Rupa DKV Universitas Negeri Semarang

Tahun 2012 aku masih menjadi mahasiswa aktif, tapi karena emang BU alias butuh uang banget karena uang saku sudah dibatasi keluarga, mau gak mau aku kudu cari uang tambahan dengan menjadi freelancer. Karena fokusnya menjadi ilustrator, aku apply ke banyak penerbit dalam dan luar negeri. Dan Alhamdulillah banget bisa mendapatkan klien dari situ.

Bagaimana tidak menarik? bekerja duduk didepan laptop sambil dengerin musik. Tanpa punya rekan kerja, tanpa ada politik kantor, tanpa kudu keluar kamar tapi bisa mendapatkan penghasilan. 

Pada jaman itu, bekerja menjadi online freelancer bukanlah suatu hal yang keren, tidak terlihat seperti bekerja, tidak meyakinkan, sulit dipercaya. Aku pun amat sangat struggle untuk menjelaskan ke orang tua tentang profesiku. Butuh waktu bertahun tahun agar bisa meyakinkan profesiku sebagai fulltime freelancer.

Setelah mengenal dunia freelance online, aku tetap konsisten untuk menjadi freelancer. Sempat membuat studio kreatif sendiri, namun sudah aku tinggalkan sejak pandemi. Karena memang menjadi freelancer dan bekerja sendiri lebih enak. 

Baca juga artikel: Mandiri dan Sukses dari Hobi Menggambar! 

Kebetulan Memiliki Pasangan dari Seni Rupa Universitas Negeri Semarang

Jodoh memang tidak bisa ketebak, mendapatkan suami illustrator yang se-jurusan dan sejalan, akhirnya bisa serumah eaakkk...icikiwir!πŸ’‹. Akhirnya kita berdua menjadi duo fulltime freelancer, mengembangkan bisnis bersama dan support satu sama lain.

Sejak kuliah hingga saat ini berumah tangga, kami berdua tidak ada pengalaman kerja kantoran, di perusahaan maupun memiliki rekan kerja. Jadi, jika ada teman teman bicara soal masalah kantor, proyek kantor kami sama sekali tidak relate.

Sama sama dari generasi perintis dan memilih bekerja sendiri alias wirausaha online. Amat sangat tidak mudah dan penuh perjuangan. Tidak ada modal apalagi meminjam dana dari orang tua maupun keluarga, tidak ada!. Yang bisa kami andalkan adalah diri sendiri.

Alhamdulillah setelah beberapa tahun kami lalui, selalu saja ada titik terang yang menyelamatkan kita. Karena ada banyak hal yang dilakukan agar bisa survive menjadi fulltime freelancer. Apa sajakah itu? berikut adalah listnya:

  • Konsisten dengan pekerjaan saat ini, menjadi fulltime freelancer memang banyak godaannya.
  • Sabar dan penuh keyakinan, ada banyak wirausahawan yang jika usahanya baru jalan ekspektasinya ketinggian, alhasil jadi tidak sabar dan move on ke usaha lain. Jadinya muter terus, uangnya habis hanya untuk start over.
  • Tidak pernah berhenti, selalu memutar otak dan jalan terus meskipun banyak kendala, masalah yang dihadapi, kami tidak pernah berhenti.
  • Bekerja dengan jujur, no tipu tipu karena nanti rejekinya akan kotor karena perbuatan tidak baik.
  • Selalu berpikir positif dan membuat harapan baru setiap harinya, karena dengan adanya afirmasi positif dan harapan akan membuat diri kita termotivasi.
  • Memahami bahwa segala hal itu tidak instan, agar terhindar dari penipuan.
  • Hal yang paling penting yaitu, mengatur keuangan dengan baik.

Poin poin diatas☝☝ adalah hal yang kita lakukan sebagai fulltime freelancer, bukan suatu saran yang terbaik karena kamipun masih belajar. Soal keuangan, aku hati hati banget untuk mengelola dan spending uang. 

Meskipun saat itu kemampuan excel aku masih dasar banget, alhamdulillah dengan mengelola keuangan secara hati hati disaat saat terburukpun masih bisa survive. Seperti pandemi, resesi beberapa tahun terakhir, peperangan yang mempengaruhi behaviour klien klien kami dan menjadikan orderan desain sepi. Kita masih bisa memakai dana darurat.

Alhamdulillah dengan berkembangnya teknologi, aku bisa menggunakan template keuangan yang lebih detail dan proper. Bisa diakses tanpa install aplikasi apapun, bisa dibuka di smartphone maupun laptop kapan aja dimana aja. 

Template spreadsheet untuk atur keuangan freelancer

Nasihat dan informasi untuk kamu yang baru mau masuk kuliah atau mahasiswa seni rupa DKV Universitas Negeri Semarang

Untuk menjadi sukses itu memang perlu banyak hal yang harus dilalui, oleh karena itu adik adik mahasiswa mahasiswi seni rupa DKV Universitas Negeri Semarang fokus untuk menyelesaikan studinya seoptimal mungkin. Jangan mencontoh alumni alumni yang legend seperti saya dan suami (lulus 7 semester) karena nanti rugi di waktu. 

Perbanyak ilmu diluar kampus juga seperti ilmu komunikasi, bahasa asing (bahasa inggris, jepang, mandarin, jerman) karena ini penting sekali untuk karir kalian agar lebih 'mulus' dan mendapatkan nilai plus. Karena bahasa itu ibarat kata membuka universe baru, kesempatan lebih luas buat kamu.

Seni Rupa Desain Komunikasi Visual itu luas sekali, kamu bisa fokuskan ke satu atau tiga hal yang tentunya kamu sukai dan memang bagus disitu. Jangan paksakan diri, lebih keren yang mana terus ikut ikutan. Nanti malah stress dan kena mental bukannya menuju sukses malah menuju ODGJ.

Kebetulan aku sendiri sering berbagi ilmu tentang dunia online freelancer, desain, dan ilustrasi diberbagai platform sosial media seperti instagram dan tiktok. Jika ingin follow dan kepo kepo boleh banget nih klik aja di tombol sosial media website ini ya. Kamu juga bisa belajar lebih jauh di marketplace aku πŸ‘‰πŸ‘‰disini. See you there❤πŸ‘€







Posting Komentar

2 Komentar

  1. Studying communication science and foreign languages (English, Japanese, Mandarin, German) is crucial for advancing your career and gaining an advantage. Because language, like the word, opens up a new universe and expands your potential.Thank you for sharing such lovely post, and your blog offered some important information.Keep sharing.Your explanations were too good.

    BalasHapus
  2. Ayo kenalan dengan para jago desain grafis dan visual yang telah menyelesaikan pendidikan sarjana di Universitas Negeri Semarang! Mereka adalah lulusan jurusan seni rupa prodi desain komunikasi visual, yang sudah dilatih dengan keterampilan dan pengetahuan untuk menjadi seorang desainer kreatif yang handal.

    Mereka belajar konsep dasar desain, teknik komunikasi, estetika visual, dan teknologi desain selama masa studinya. Mereka juga diberi kesempatan untuk memperluas keterampilan mereka dalam industri kreatif, seperti fotografi, ilustrasi, dan animasi.

    BalasHapus